TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali melemah. Di tingkat petani, harga kelapa kini berada di kisaran Rp3.200 per kilogram atau turun dibanding beberapa bulan sebelumnya.
Kondisi tersebut dinilai mulai menekan pendapatan petani kelapa yang selama ini bergantung pada komoditas perkebunan tersebut. Ikatan Petani Kelapa Rakyat (IPKR) meminta pemerintah segera menetapkan standarisasi harga kelapa untuk menjaga stabilitas pasar.
Ketua Umum IPKR Handy Cahyadi mengatakan, rendahnya harga belum sebanding dengan biaya perawatan kebun dan ongkos distribusi. Selain itu, antrean penjualan kelapa di pabrik pengolahan juga menyebabkan kualitas buah menurun.
‘’Kelapa yang terlalu lama antre mengalami penurunan kualitas sehingga harga jual ikut turun,’’ ujarnya, Selasa (12/5).
IPKR menilai tata niaga kelapa di Inhil perlu mendapat perhatian serius mengingat komoditas tersebut menjadi sumber utama ekonomi masyarakat pesisir.
Sekjen IPKR Ali Akbar Almukti mengatakan, pemerintah perlu menghadirkan regulasi harga seperti yang diterapkan pada komoditas sawit agar petani memiliki kepastian usaha.
Baca Juga: SMAN 2 Tembilahan Raih Prestasi Tingkat Nasional
Selain regulasi harga, IPKR juga mendorong percepatan hilirisasi industri kelapa dan pembukaan akses ekspor guna meningkatkan daya serap pasar.
Mereka menilai penurunan harga yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir berpotensi memicu alih fungsi kebun kelapa menjadi perkebunan sawit apabila tidak segera diantisipasi pemerintah.(ali/*2)
Editor : Arif Oktafian