TEMBILAHAN(RIAUPOS.CO) - Aktivitas perdagangan di Pasar Rakyat atau Pasar Rakyat Tembilahan mulai kembali menggeliat, tiga hari setelah kebakaran hebat yang menghanguskan ratusan kios pada Sabtu (27/6/2026). Sejumlah pedagang korban kebakaran memilih membuka lapak secara mandiri di sekitar kawasan pasar sambil menunggu relokasi dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Dengan memanfaatkan lokasi yang masih kosong, para pedagang menggelar dagangan menggunakan meja, terpal hingga peralatan seadanya. Langkah tersebut dilakukan agar mereka tetap memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Salah seorang pedagang, Ayi, mengatakan dirinya tidak bisa terlalu lama berhenti berjualan karena seluruh kebutuhan keluarga bergantung pada hasil berdagang setiap hari.
"Sudah tiga hari kami tidak berjualan. Kalau terus menunggu, tidak ada pemasukan untuk keluarga. Jadi sekarang kami mulai jualan lagi seadanya di tempat yang memungkinkan sambil menunggu relokasi dari pemerintah," ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera menyediakan tempat relokasi sementara agar para pedagang dapat kembali berdagang dengan lebih nyaman.
"Harapan kami pemerintah segera menyiapkan tempat relokasi yang layak. Biar kami bisa berjualan dengan tenang dan pembeli juga nyaman datang ke pasar," tambahnya.
Baca Juga: KPK Amankan Barang Bukti Transfer dan Mobil dalam OTT Kuansing
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Kapolsek KSKP Tembilahan, Ipda Parna B. Simarmata, mengatakan pihaknya akan melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Untuk memastikan penyebabnya, Tim Labfor Forensik Polda Riau akan kami turunkan guna melakukan olah TKP dan pemeriksaan secara mendalam," kata Parna.
Selain mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian, penyidik juga telah memintai keterangan sejumlah saksi. Seluruh hasil pemeriksaan akan dianalisis bersama temuan Tim Labfor sebelum kepolisian menyampaikan penyebab resmi kebakaran.(*2/ali)
Editor : Eka G Putra