Dugaan Penipuan Dana Peralatan Dapur MBG Rp724 Juta di Pulau Burung Inhil, Korban Lapor Polisi

M Ali Nurman • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 06:10 WIB
Korban Samsul Ma
Korban Samsul Ma'arif (tiga kanan) saat sedang ikut meninjau lokasi dapur MBG di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inhil beberapa waktu lalu. (Istimewa)

 

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Dugaan penipuan dan penggelapan dana pengadaan peralatan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dilaporkan ke Polres Inhil. Nilai dana yang dipersoalkan mencapai Rp724 juta.

Laporan tersebut dibuat Samsul Ma'arif dan telah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Inhil. Laporan itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan yang diduga terjadi pada 22 Oktober 2025 di Tembilahan.

Dalam laporan tersebut, Samsul Ma'arif melaporkan Oksi Saputra Malay selaku ketua Yayasan Oxyndo Malay Pratama yang berdomisili di Pekanbaru. Korban menyebut dugaan perkara tersebut berkaitan dengan pengadaan peralatan dapur MBG yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di Kecamatan Pulau Burung.

 Baca Juga: Api Padam, Setengah Hektare Lahan Gambut Jalan Sontang-Duri Masih Didinginkan

Menurut keterangan korban, dana yang telah dikeluarkan untuk pengadaan peralatan dapur tersebut mencapai Rp724 juta. Namun, pengadaan yang diharapkan dapat menunjang operasional dapur MBG itu disebut tidak terealisasi sebagaimana yang diharapkan.

Selain dana pengadaan, korban juga mengaku diminta membayar biaya sertifikasi sebelum dapur beroperasi. Biaya yang disebut diminta masing-masing sebesar Rp37 juta dan Rp22 juta atau total Rp59 juta.

Namun, menurut korban, biaya sertifikasi tersebut juga tidak menghasilkan realisasi seperti yang dijanjikan. Persoalan tersebut kemudian dibawa ke jalur hukum dengan membuat laporan kepada kepolisian sektor inhil.

 Baca Juga: Percepatan Infrastruktur, BPJN Riau dan PUPR Rohil Tinjau Lapangan

Korban mengaku sebelumnya memiliki niat untuk mendukung program MBG karena menilai program tersebut dirasa akan bermanfaat untuk masyarakat, khususnya warga di wilayah terpencil dan terluar seperti Pulau Burung.

"Saya tergerak hati karena memang masyarakat di daerah terluar dan minim akses seperti Pulau Burung ini saya rasa akan sangat terbantu jika program MBG ini berjalan," ujar korban, Selasa (1/9/2026).

Namun, ia menyayangkan apabila program yang dinilainya baik justru dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Namun apalah daya, di tengah program yang bagus ini ternyata dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Baca Juga: Karhutla di Desa Rantau Baru Belum Padam Total, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan

Meski mengalami persoalan tersebut, korban mengaku masih berharap agar program MBG tetap dapat berjalan di Kecamatan Pulau Burung sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, laporan dugaan penipuan dan penggelapan tersebut saat ini telah ditangani Polres Inhil. Proses penyelidikan masih berlangsung.(*2)

Editor : Edwar Yaman
dapur MBG pulau burung polres inhil dugaan penipuan