Hilirisasi Kelapa Jadi Fokus Inhil Dorong Pertumbuhan Ekonomi

M Ali Nurman • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:01 WIB
KUMPULKAN KELAPA: Petani di Kecamatan Mandah, Kabupaten Inhil sedang mengumpulkan kelapa hasil panen melalui anak parit sebelum dijual. Foto diambil belum lama ini. (WARGA UNTUK RIAU POS)
KUMPULKAN KELAPA: Petani di Kecamatan Mandah, Kabupaten Inhil sedang mengumpulkan kelapa hasil panen melalui anak parit sebelum dijual. Foto diambil belum lama ini. (WARGA UNTUK RIAU POS)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Hili­risasi komoditas kelapa menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi perkebunan kelapa yang luas dinilai dapat dikembangkan lebih optimal untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Bupati Inhil Yuliantini saat menghadiri The 2nd Riau Economic Forum yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau di Aula Lancang Kuning Gedung A Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau, Senin (31/8).

Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Dr H Syahrial Abdi AP MSi yang mewakili Plt Gubernur Riau, Koordinator BI Wilayah Sumatera, seluruh kepala daerah se-Provinsi Riau, para ekonom, pengusaha dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Dugaan Penipuan Dana Peralatan Dapur MBG Rp724 Juta di Pulau Burung Inhil, Korban Lapor Polisi

Dalam arahannya, Syahrial Abdi mendorong penguatan investasi dan hilirisasi sektor unggulan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Riau. Ia juga mengapresiasi pelaku usaha yang telah berkontribusi terhadap realisasi investasi di daerah.

‘’Kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada perusahaan penerima Investment Award atas realisasi hilirisasi terbesar pada semester pertama. Ini bukti nyata komitmen dunia usaha dalam membangun Riau dengan memanfaatkan kekuatan lokal,’’ ujar Syahrial Abdi.

Baca Juga: Diserang Buaya, Nelayan Bertahan 6 Jam di Atas Pohon

Sementara itu, Kabupaten Inhil memiliki kawasan perkebunan kelapa sekitar 440.000 hektare. Besarnya potensi tersebut menjadi peluang untuk mendorong pengembangan industri hilir sehingga komoditas kelapa tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Selain hilirisasi, Pemprov Riau juga memberikan perhatian terhadap sekitar 79.000 hektare lahan kelapa yang kondisinya tua, rusak, berusia di atas 50 tahun maupun terdampak intrusi air laut.

Usulan peremajaan atau replanting seluas 43.000 hektare yang sebelumnya mencakup Inhil, Inhu dan Pelalawan kini diperluas hingga seluruh 10 kabupaten/kota di Riau.

Baca Juga: Mohon Hujan di Tengah Kemarau, Pemkab Inhil Gelar Salat Istisqa

Yuliantini mengatakan, kebijakan tersebut sejalan dengan potensi yang dimiliki Inhil. 

‘’Forum ini menjadi momentum yang baik untuk kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya Inhil yang memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan terutama hilirisasi kelapa,’’ katanya.(ali/*2) 

Editor : Arif Oktafian
inhil indragiri hilir hilirisasi kelapa kelapa riau