RENGAT (RIAUPOS.CO) - Warga Desa Buluh Rampai (Blok B) Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dihebohkan oleh aksi nekat bunuh diri dengan cara gantung diri.
Korban nekat bunuh diri di dalam rumah kontrakannya di RT 06 RW 02 menggunakan kain sarung.
Korban gantung diri itu diketahui berinisial AT (19) asal Sungai Batung, Sijunjung Sumatera Barat (Sumbar). Korban selama ini bekerja di salah satu toko emas di Pasar Belilas Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu.
Sedang istrinya berinisial LS (24) asal Solok Kampung Dalam, Padang Pariaman bekerja di salah satu rumah makan di Kelurahan Pangkalan Kasai. Pasangan ini diketahui belum memiliki anak.
Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI melalui Kasi Humas, Aiptu Misran SH mengatakan bahwa, laporan tentang penemuan mayat laki-laki meninggal dunia dalam keadaan tergantung diterima pada Ahad (9/3/2025) sekira pukul 22.00 WIB. "Laporan itu diterima Polsek Seberida," ujar Misran, Senin (10/3/2025).
Atas laporan itu, Kapolsek Seberida Kompol Yudha Efiar SH beserta tujuh orang personel langsung menuju ke TKP.
Dari turun lapangan itu, ada enam saksi yang dimintai keterangan tentang penemuan korban tewas gantung diri.
Dijelaskannya, pada Ahad (3/2025) sekira pukul 21.50 WIB saksi Ayi Muhammad Raif Alias Ayi disuruh istri korban mengambil handphone ke rumah kontrakannya.
Setelah tiba di rumah kontrakan, Ayi sempat memanggil-manggil korban, namun tidak kunjung ada jawaban. Sehingga dengan kondisi itu, Ayi yang juga karyawan LS kembali ke rumah makan tempat mereka bekerja.
Saat tiba di rumah makan, Ayi menyebutkan kondisi yang ada. Bahkan, LS kembali menyuruh beberapa orang anak buahnya kembali ke rumah kontrakan untuk mengambil handphone.
Salah seorang saksi yakni Silfani mencoba mengintip dari arah jendela dan melihat korban tergantung di konsen pintu kamar menggunakan kain sarung.
"Melihat kejadian itu, salah seorang saksi kembali ke rumah makan menemui istri korban," ungkapnya.
Sejumlah saksi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berupaya menurunkan korban dan dilarikan ke Puskesmas Pangkalan Kasai. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban meninggal dunia akibat gantung diri.
Ketika ditanya motif korban gantung diri. Bahkan, berbagai informasi menyebutkan bahwa, korban bersama suaminya sempat cek-cok.
Kasi Humas mengatakan bahwa, motif korban gantung diri masih didalami. "Beri waktu penyidik untuk mendalaminya," tutup Misran. (kas)
Editor : M. Erizal