RENGAT (RIAUPOS.CO) - Warga Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai resah dengan kondisi sampah di daerah itu. Pasalnya, sudah empat hari ini, sampah tidak lagi diangkut dan dibersihkan oleh petugas kebersihan.
Kondisi sampah mulai membusuk hingga mengeluarkan aroma menyengat. Diperparah lagi, volume sampah meningkatkan pada perayaan Hari Raya Idulfitri.
Sampah yang ada, menumpuk di sejumlah titik di jalan-jalan dalam Kota Rengat.
"Warga sudah resah, karena sampah semakin menumpuk akibat sudah empat hari tidak diangkut," ujar Hanafys salah seorang warga Rengat, Sabtu (5/4/2025).
Untuk mengetahui kondisi dan penyebab sampah tidak diangkut, ia sempat menemui petugas kebersihan.
Dimana, dari penjelasan petugas yang ditemuinya akibat sejumlah mobil angkutan sampah dalam kondisi rusak.
Selain itu, sampah tidak diangkut akibat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat, sedang penuh.
Begitu juga dengan alat berat yang ada dilokasi TPA, juga dalam keadaan rusak.
Ia juga sempat menanyakan, apakah petugas kebersihan sudah terima gaji.
"Mereka mengaku belum gajian selama dua bulan. Kemudian pada Hari Raya Idulfitri juga tidak dapat THR dan petugas mengaku sudah 15 tahun tidak dapat THR," ungkapnya.
Untuk itu, ia berharap agar sampah dalam Kota Rengat segera ditangani. Karena apabila terus dibiarkan, khawatir akan berdampak buruk, salah satunya dapat menimbulkan penyakit.
"Kalau ini terus dibiarkan, tentunya akan berdampak lebih luas lagi," kesalnya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Inhu, Ory Hanang membenarkan sampah dalam Kota Rengat belum sempat diangkut.
"Saat ini belum bisa diangkut. Karena kondisi TPA sedang penuh pada bagian depan," ucapnya.
Untuk mengatasi hal itu, pihaknya sedang mencari alat berat untuk mendorong sampah ke arah bagian dalam TPA.
"Memang volume sampah pada perayaan Hari Raya Idulfitri ini meningkat. Sedangkan hari biasa saja volume sampah mencapai 100 ton per hari," sambungnya.
Apabila sudah dapat sewa atau pinjam alat berat, dalam dua atau tiga hari dapat mengatasi sampah yang ada.
"TPA itu diperparah lagi oleh sampah dikelola pribadi yang berasal dari Belilas dan Air Molek dan membuangnya di TPA tidak rapi," tambahnya.
Kadis DLH membantah petugas kebersihan tidak terima gaji selama dua bulan. Karena penggajian petugas kebersihan sifatnya, bekerja dulu baru dibayarkan gajinya.
Sementara pada bulan April untuk pembayaran gaji bulan Maret, masih dalam suasana libur pada perayaan Hari Raya Idulfitri.
Selanjutnya, tentang THR petugas kebersihan, bahwa selama ini tidak pernah diberikan THR. Karena sumber anggaramya tidak tersedia.
"THR memang tidak ada, karena anggarannya tidak ada," tutupnya.
Editor : Eka G Putra