RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Kepala Bagian (Kabag) Protokoler Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Indragiri Hulu (Inhu), Agung Ardien (33), dilaporkan hilang. Warga Perumahan Bumi Suasan Damai (BSD) Blok E14 Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat, diperkirakan hilang sejak Rabu (2/6/2025) sekira pukul 12.56 WIB,
Kabag Protokoler Setdakab Inhu, baru saja dilantik pada Kamis (26/6/2025) lalu bersama pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Inhu. Bahkan, keberadaan Kabag Protokoler dinyatakan hilang itu, sudah dilaporkan ke Polres Inhu.
Hal ini sesuai dengan laporan orang hilang omor : L-OH /03/VII/2025/SPKT Polres Inhu, pada Kamis (3/7/2025) sekira Pukul 00.03 WIB. "Benar, ada laporan orang atas nama Agung Ardien yang merupakan Kabag Protokoler Setdakab Inhu," ujar Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI melalui Kasi Humas, Aiptu Misran, Kamis (3/7/2025).
Dijelaskannya, laporan itu disampaikan oleh Rengga Dwi BS SSTP (41) warga Jalan Kuantan Timur, RT 001 RW 001 Desa Pasir Kemilu, Kecamatan Rengat yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Inhu.
Dalam laporannya, Kabag Protokoler hilang setelah istrinya Sendi, pada hari Rabu (2/7/2025) sekira pukul 12.56 WIB, menerima pesan Whatsapp dari suaminya Agung Ardien. Dimana, waktu itu Kabag Protokoler menyebutkan bahwa, dia pergi membawa sepeda motor.
Pada saat itu, Sendi tidak dapat membalas pesan Whatsapp suaminya. Karena sedang menyetir mobil dari Rengat menuju pulang kerumah bersama anak-anak ke Pematang Reba.
Setibanya di rumah Pematang Reba, Sendi melakukan aktivitas seperti biasa dan hingga pukul 17.00 WIB. Karena merasa khawatir suaminya belum kunjung pulang ke rumah dari kantor dan hal itu tidak biasanya.
"Pukul 17.00 WIB istri korban berinisiatif untuk mencari suaminya ke Peron Sawit milik pak Udin yang berada di Desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat tempat biasa suaminya menjual buah sawit," sebutnya.
Hanya saja, sesampainya di peron sawit milik pak Udin yang berada di Desa Talang Jerinjing tersebut, Sendi bertemu dengan seorang kasir peron sambil menanyakan keberadaan suaminya. Dimana, kasir peron tersebut mengatakan bahwa, suaminya menelpon dan menitip pesan agar uang hasil penjualan buah sawit milik suaminya diantarkan ke rumah saja.
Mendengar apa yang disampaikan kasir peron tersebut, Sendi semakin khawatir. Karena tidak pernah suaminya menitipkan pesan untuk hal-hal yang menyangkut uang. Karena suaminya selalu melakukan aktivitas penjualan buah sawit tersebut langsung pribadinya sendiri.
Khawatir akan keberadaan suaminya hingga saat ini belum bisa dihubungi dan diketahui keberadaannya berikut satu unit sepeda motor, pelapor dihubungi istri korban dan meminta tolong untuk membuat laporan.
Untuk ciri-ciri orang hilang tersebut, tinggi badan sekitar 170 Cm, bentuk badan sedang, warna rambut hitam/ikal. Ciri-ciri khusus, terakhir menggunakan pakaian dinas kemeja berwarna putih dan memakai celana panjang kain warna hitam.