RENGAT (RIAUPOS.CO) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rengat bersama CV Rosadia Petaho panen ikan air tawar mencapai 50 kg. Di mana, ikan air tawar itu merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian warga binaan dalam budidaya perikanan.
"Program itu tidak hanya membina warga binaan, tetapi agar mereka memiliki keterampilan untuk bekal hidup mandiri setelah bebas," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Rengat, Ridar Firdaus Ginting AMd IP SH, Selasa (26/8/2025).
Panen raya itu, sebutnya, atas bimbingan petugas dengan memanfaatkan media kolam pada area blok hunian. Di mana, program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan warga binaan dalam membudidayakan ikan air tawar berhasil mengangkut hasil 50 kilogram.
Hasil panen ikan air tawar, sambungnya, akan dimanfaatkan melalui dapur sehat Rutan untuk kebutuhan pangan warga binaan. Hasil panen akan diolah sebagai menu makan bagi warga binaan. Hal ini tentunya menghemat anggaran belanja negara untuk bahan makanan. Karutan juga mengapresiasi program kegiatan yang telah Rutan Rengat lakukan.
Kegiatan itu sebut, Kepala Rutan Ridar Firdaus Ginting, merupakan wujud implementasi 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberdayakan warga binaan untuk mendukung program ketahanan pangan dalam menyukseskan asta cita Presiden RI.
"Rutan Rengat terus berkomitmen dalam mewujudkan Rutan Rengat yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar," beber Ridar Firdaus Ginting.
Salah seorang warga binaan menyampaikan terima kasih atas program pembinaan kemandirian yang dilakukan Rutan Rengat.
“Terima kasih kepada jajaran Rutan Rengat. Karena produktif dalam membimbing, membina, dan memberdayakan warga binaan untuk mendukung program ketahanan pangan,” ucapnya.(kas)
Editor : Edwar Yaman