Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tidak Lagi Diterima Bekerja di PT SKIP, Belasan Warga Desa Ringin Mengadu ke Bupati Inhu

Raja Kasmedi • Selasa, 30 September 2025 | 18:55 WIB
Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto didampingi anggota DPRD Inhu, Henrosman saat menerima keluhan warga Desa Ringin, Selasa (30/9/2025).
Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto didampingi anggota DPRD Inhu, Henrosman saat menerima keluhan warga Desa Ringin, Selasa (30/9/2025).

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Belasan warga Desa Ringin Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengadu kepada Bupati daerah itu, Ade Agus Hartanto SSos MSI, Selasa (30/9/2025). Pasalnya, warga tersebut tidak lagi diterima bekerja di PT Sumber Kencana Indo Palma (SKIP).

Di mana sebelumnya, pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT SKIP terjadi take over dengan manajemen baru. Sehingga belasan karyawan langsung dilakukan pemutusan hubungan kerja. Sementara warga tersebut masih berkeinginan tetap bekerja.

"Keberadaan pemegang saham saat ini di PT SKIP seakan menciptakan lapangan pengangguran dan kami menjadi penonton perusahaan yang ada di sekitar kami," ujar Koordinator Warga Desa Ringin, Suryadeni.

Belasan tenaga kerja tersebut, sambungnya, merupakan warga tempatan. Bahkan, tenaga kerja yang dikeluarkan tersebut bersebelahan dengan PKS tersebut. Makanya atas masalah tersebut, belasan warga Desa Ringin mengadu kepada Bupati Inhu.

"Kami sudah cukup kesal. Sementara akses jalan menuju pabrik merupakan jalan kabupaten dan berencana ditutup," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penutupan jalan. Namun ia berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Pemerintah daerah akan mencari solusi terbaik agar masyarakat tetap mendapat kesempatan bekerja. Saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu untuk menelusuri laporan masyarakat ini, sehingga persoalan tenaga kerja di PT SKIP dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Ade Agus Hartanto.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha (KTU) PT SKIP, Singgih mengatakan bahwa, perusahaan tetap berkomitmen untuk berkontribusi kepada masyarakat, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun program sosial perusahaan. Ia berharap semua pihak dapat melihat data yang ada secara objektif.

Menurut Singgih, jumlah tenaga kerja PT SKIP saat ini mencapai 90 orang (di luar staf), dengan mayoritas berasal dari wilayah sekitar. Dari data yang tercatat, 42,22 persen karyawan berasal dari desa sekitar, termasuk 28 orang atau 31,11 persen dari Desa Ringin.

Sementara itu, total tenaga kerja dari Kecamatan Batang Gansal mencapai 42 orang atau 46,66 persen. Jika ditambahkan dengan tenaga kerja dari kecamatan lain di Inhu, keseluruhannya mencapai 73,33 persen tenaga kerja lokal.

“Data menunjukkan bahwa perusahaan tetap memberikan prioritas besar kepada tenaga kerja lokal, khususnya warga Desa Ringin. Jadi tudingan bahwa perusahaan mengabaikan masyarakat tempatan tidak benar,” tegasnya.

Terkait proses rekrutmen ulang pasca peralihan manajemen, Singgih menjelaskan bahwa, dari 89 karyawan lama yang mendaftar, sebanyak 29 orang atau 32,58 persen lulus seleksi tahap awal. "Proses seleksi dilakukan secara objektif berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kebutuhan operasional perusahaan," bebernya.(kas)



Editor : Edwar Yaman
#Warga Desa Ringin #PT SKIP #bupati inhu