RENGAT (RIAUPOS.CO) - Korban serangan harimau, Butet alias Bantet (28) masih terbaring lemas dan sekali-kali mengerang kesakitan saat dirawat di RSUD Indrasari Rengat. Warga Desa Rantau Langsat Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) itu, harus menjalani operasi di salah satu titik bekas gigitan harimau tersebut.
Belum diketahui kapan Butet bisa pulang ke rumah setelah di rawat di RSUD Indrasari Rengat. "Kondisi adik saya masih lemah dan masih sering merasakan sakit, terutama pada bagian yang digigit harimau," ujar Wardianto abang sepupu Butet saat ditemui di RSUD Indrasari Rengat, Kamis (23/10/2025).
Dijelaskannya, pada bagian telapak kaki kiri korban telah dilakukan operasi pada Rabu (22/10/2025) pagi. Karena bagian telapak kaki kiri korban tergolong parah. Saat digigit, sempat ditarik harimau dengan kondisi korban saat itu terduduk.
"Semoga adik saya cepat sembuh, bisa pulang ke rumah. Karena hingga saat ini sudah masuk hari ke empat dirawat di RSUD. Apa yang dialami adik saya, hanya mukjizat Tuhan yang menyelamatkannya," ungkapnya.
Butet yang diajak bicara tidak bisa lancar akibat sekali-kali mengerang kesakitan. "Bekas gigitan di tiga titik pada kaki kanan dan kiri, terasa perih," ujar Butet.
Memang waktu saat mencari damar sebutnya, tak lama setelah mendengar suara harimau, tiba-tiba dari arah depannya muncul tiga ekor harimau lalu menyerang. Dua ekor ukuran besar dan satu ekornya ukuran kecil yang diperkirakan anaknya.
Saat digigit lutut bagian kaki kiri sempat terlepas, setelah ditendang. Kemudian diserang lagi oleh harimau lainnya pada bagi lutut kanan. Ketika itu pula, ia meninju yang diperkirakan tetap pada bagian muka harimau tersebut.
Hanya saja, ketika meninju harimau yang menggigit kaki sebelah kanan, telapak kaki kiri kembali digigit harimau sebelumnya. Ketika itu pula, kaki kiri pada bagian telapak sempat diseret dan ketika itu pula ia kembali meninju harimau tersebut.
"Harimau itu pergi begitu saja, mungkin akibat pukulan mengenai bagian mukanya dan saya pun langsung bergegas meninggalkan lokasi tersebut," bebernya.
Direktur RSUD Indrasari Rengat, dr Lusi Lestari MRAS membenarkan korban masih di rawat pasca di operasi. "Kondisi korban terus membaik. Saat ini masih perlu di rawat untuk pemulihan dan belum diizinkan pulang," sebutnya singkat.
Di tempat terpisah, Humas Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), Nori Hariyen mengatakan bahwa, pihaknya telah mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada.
"Kami telah mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada dalam beraktivitas di dalam maupun di luar kawasan. Karena antara warga daerah itu dengan kawasan, tidak bisa dipisahkan," ucap Nori Hariyen. (kas)
Editor : M. Erizal