
SIAK (RIAUPOS.CO) - Inovasi yang tak henti dilakukan, percobaan yang dilakukan secara terus menerus selama 5 tahun terakhir. Kediaman Suherman, di Desa/Kampung Langkai, Dusun Paritbaru, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, ramai dikunjungi waga.
Suherman berhasil membudidayakan anggur, dengan buah yang cukup banyak dari varietas berbeda. Ada shine muscat, tamaki, jupiter, sansekerta, baikonur dan heliodor.
Renyahnya anggur sansekerta dan harumnya jupiter kini bisa ditemukan di kebun anggur milik Suherman.
Suherman memulainya dari hobi, dia membudidayakan beberapa jenis anggur sejak 5-6 tahun lalu, hasilnya hanya dinikmati keluarganya saja. Dan kini dia mulai menuai hasil dari kerja kerasnya.
Belakangan video dan foto-foto tentang ranumnya buah anggur hasil tangan dingin Suherman menjadi pembicaraan di media sosial dan warung kopi.
Belum saatnya dipanen, warga sudah sibuk hendak membeli, warga penasaran, seperti apa rasa buah dataran tinggi ini. Suherman belum menjualnya. Akhirnya, warga hanya bisa berfoto di rindangnya pohon anggur dengan buah yang menjuntai dengan beragam jenis dan varian rasa.
Suherman mempersilakan Riau Pos memetik dua tangkai anggur, jenis sansekerta dan jupiter, sambil mengangsurkan gunting kecil.
Baca Juga: Guru Besar IPB Prof Bambang Hero Sebut Perusakan Mangrove Ancam Kedaulatan dan Keamanan Global
“Silakan dicoba,” kata Suherman, sambil menunjuk jupiter yang disukai anak anak.
Sansekerta lebih besar dan sangat renyah dan manis. Berbeda jauh cita rasanya dengan yang ada di pasaran.
Meski berbiji, namun tak menghalangi kenikmatannya saat dikunyah, benar benar fresh karena memang baru dipetik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




