RENGAT (RIAUPOS.CO) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Zulfahmi Adrian AP MSI mengimbau warga daerah itu agar tidak berpergian ke wilayah terdampak bencana alam. Bahkan saat ini curah hujan masih tergolong cukup tinggi dan berpotensi terjadi bencana alam.
Hal itu disampaikannya dalam rangka menghadapi libur sekolah dan libur panjang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
"Pasca pelaksanaan ujian semester, saat masuk tahap class meeting jelang libur sekolah," ujar Sekda Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian AP MSI, Selasa (16/12/2025).
Dijelaskannya, imbauan agar tidak berpergian ke wilayah terdampak bencana alam, bersamaan dengan penetapan status keadaan darurat bencana Hidrometeorologi.
Dimana, Pemerintah Kabupaten Inhu telah menetapkan status keadaan darurat bencana Hidrometeorologi pada Kamis (11/12/2025) kemarin .
Kemudian sebutnya, imbauan tidak mengisi liburan ke wilayah terdampak bencana, agar terhindar dari berbagai bahaya.
"Sebagian sekolah ada yang menjadi kebiasaan mengisi liburan ke luar daerah, makanya dari awal kami imbauan agar tidak mengisi liburan ke wilayah terdampak bencana," ungkapnya.
Kepada warga yang mengisi liburan di dalam daerah, tetap diimbau agar selalu waspada berbagai bencana pada masa bencana Hidrometeorologi.
Karena wilayah Kabupaten Inhu juga tidak tertutup kemungkinan terjadi bencana terutama banjir.
Seperti baru-baru ini katanya, musibah luapan air sungai atau air bah terjadi di Desa Sungai Akar Kecamatan Batang Gansal.
Dimana, sebanyak 60 kepala keluarga terdampak luapan Sungai Akar dan menggenangi Jalan Lintas Timur daerah itu.
Lebih jauh disampaikannya, berdasarkan informasi dari BMKG, bahwa intensitas hujan di Kabupaten Inhu masuk kategori rendah dan menengah. Sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap terjadinya bencana.
"Ketika kategori hujan sedang dan menengah saja sudah terjadi banjir, bagimana jika kategori lebat atau sangat lebat. Makanya semua pihak agar terus waspada," imbau Zulfahmi Adrian.