RENGAT (RIAUPOS.CO) - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Irwantoni SE melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Indrasari Rengat dan UPT Instalasi Farmasi, Senin (29)12)2025). Hal itu dilakukannya untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan baik dan tersedianya obat-obatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
"Saya ingin memastikan pelayanan kesehatan berjalan baik dan adanya ketersediaan obat-obatan selama libur Nataru 2026," ujar Irwantoni di sela-sela pelaksanaan Sidak.
Sidak itu, sebutnya sangat penting. Karena libur Nataru bersama dengan akhir tahun anggaran atau tutup anggaran. Sehingga tidak tertutup kemungkinan akan menganggu pelayanan kesehatan atau tidak tersedianya obat-obatan.
Sejumlah ruangan di RSUD Indrasari Rengat dikunjunginya hingga sempat menyapa dan menanyakan tentang pelayanan kesehatan kepada sejumlah pasien.
"Saya tidak cukup menerima laporan saja, harus bisa dibuktikan dengan melakukan pengecekan ke sejumlah ruang rawat inap," ungkapnya.
Irwantoni meminta kepada pihak RSUD Indrasari Rengat hingga jajaran Puskesmas agar tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Walaupun terdapat sejumlah perawat dan dokter mengambil masa cuti dan pelayanan tetap diutamakan.
Lebih jauh disampaikannya, dari hasil Sidak yang dilakukannya bahwa, pelayanan kesehatan berjalan lancar dan ketersediaan obat-obatan masih tergolong cukup. "Alhamdulillah, masyarakat tidak perlu cemas," harapnya.
Dalam pada itu, Direktur RSUD Indrasari Rengat, dr Lusi Lestari MRAS mengatakan bahwa, pihaknya sudah menyusun langkah-langkah untuk pelayanan selama Nataru. "Jauh-jauh hari kami sudah menyiapkan SDM dan obat-obatan serta alat penunjang lainnya untuk pelayanan selama Nataru," sebut dr Lusi Lestari didampingi sejumlah pejabat RSUD.
Tidak ada lonjakan pasien secara signifikan selama libur Nataru. Namun selama libur ada beberapa pasien masuk akibat kecelakaan. "Selama libur Nataru pelayanan tetap kami lakukan secara maksimal," katanya.
Dalam pada itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu, Sandra SKM MKM menyampaikan bahwa, ketersediaan obat-obatan di akhir tahun 2025 masih cukup.
"Kami juga mengantisipasi ketersediaan obat-obatan hingga April 2026 mendatang," ucap Sandra.
Pihaknya menyiapkan obat-obatan hingga April 2026 mendatang, sebagai antisipasi jika di awal tahun kondisi keuangan belum berjalan maksimal. "Hingga beberapa bulan ke depan stok obat-obatan masih tersedia, termasuk untuk siaga bencana," terang Sandra.(kas)