RENGAT (RIAUPOS.CO) - Pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) turun ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Turun ke OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhu dalam upaya mempercepat penggunaan aplikasi XStar untuk pembelian BBM subsidi di SPBU
Sebab saat ini, pihak SPBU tidak lagi melayani pembelian BBM subsidi seperti Pertalite menggunakan rekomendasi dari desa. Namun, pembelian BBM subsidi harus menggunakan aplikasi XStar.
Baca Juga: 15 Wasit Futsal Siap Bertugas di Kejurda Piala Gubernur Riau
"Jika ini terus dibiarkan, kami juga menjadi sasaran amuk masyarakat akibat tidak lagi melayani rekomendasi dari desa. Sementara sesuai ketentuan dari pemerintah dan BPH Migas, pembelian BBM subsidi harus memakai aplikasi XStar," ujar Manager SPBU di Jalan Lintas Timur Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida, Oxy Maryuanda SE MSI, Rabu (22/4/2/26).
Dijelaskannya, OPD terkait yang ditemuinya merupakan pihak berwenang yang akan menerbitkan rekomendasi secara online untuk pembelian BBM subsidi. Peruntukan BBM subsidi itu untuk pertanian, perikanan, usaha mikro, transportasi dan pelayanan umum.
Hanya saja dari sejumlah OPD yang ditemuinya belum membuahkan hasil. "OPD terkait sesuai peruntukan BBM subsidi itu belum mendapatkan petunjuk dari BPH Migas," ungkapnya.
Untuk itu sebutnya, pihaknya bersedia duduk bersama dengan Pemerintah Kabupaten Inhu dalam rangka mempercepat realisasi penggunaan aplikasi XStar. Hal itu dinilai penting, mengingat rekomendasi yang akan dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Inhu berkaitan dengan masyarakat penerima atau penggunaan aplikasi XStar dan pihak SPBU.
Namun sambungnya, jika tidak bisa dilaksanakan duduk bersama, ia sudah menitip pernyataan kepada OPD yang ditemuinya. "Jika berkoordinasi dengan pihak BPH Migas, saya titip pertanyaan tentang masyarakat pengguna sepeda motor pemakai BBM subsidi. Sementara sepeda motor menjadi kebutuhan warga untuk berpergian," ucapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian AP MSI ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, Pemkab Inhu sudah tuntas melakukan pembahasan tentang peralihan rekomendasi desa ke aplikasi XStar.
Baca Juga: Dari 256 JCH Inhu, Ini Daftar Jemaah per Kecamatan
"Alhamdulillah, pembahasan sudah finish dan surat ke BPH Migas segera akan disampaikan. Apabila surat tersebut lambat ditanggapi, kami akan jemput bola," kata Zulfahmi Adrian.
Untuk itu imbaunya, kepada masyarakat yang berada jauh dari SPBU agar tidak resah. Selain itu, selama proses berjalan hendaknya masyarakat dapat mengirit pemakaian BBM subsidi. "Tentunya dalam proses berjalan, masyarakat harus menggunakan BBM nonsubsidi," sebutnya.
Rencana duduk bersama yang ditawarkan oleh pihak SPBU, Zulfahmi Adrian juga menyambut baik tawaran tersebut.
Baca Juga: Waspada Potensi Hujan Lebat Sebagian Wilayah Kabupaten Kampar
"Tentunya niat baik pihak SPBU kami sambut juga dengan baik. Sebab, pengguna aplikasi XStar akan berhubungan langsung dengan pihak SPBU," bebernya.
Ditempat terpisah, salah seorang warga Desa Sipang Kecamatan Batang Cenaku bernama Rusli, mengatakan bahwa, BBM jenis Pertalite dijual pengecer di daerah itu mencapai Rp 25 ribu per liter.
"Sebagian penjualan BBM jenis Pertalite di tempat kami, hanya tertinggal tulisan harganya. Sementara BBM Pertalite sudah tidak ada," ujar Rusli.
Baca Juga: Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Pekanbaru Gelar Rapat Timpora Tingkat Kabupaten Kampar
Dikatakannya, daerah paling jauh dari SPBU di Kecamatan Batang Cenaku yakni Desa Alim dan Desa Sanglap tentunya harga Pertalite akan lebih mahal lagi. "Di daerah kami aja sudah Rp 25 ribu per liter tentunya di daerah paling jauh akan lebih mahal lagi," kata Rusli membandingkan.
Memang katanya, masih banyak wilayah di Kabupaten Inhu tergolong jauh dari SPBU . Walaupun saat ini sudah ada sekitar 11 SPBU yang tersebar dalam wilayah Kabupaten Inhu. "Keberadaan SPBU masih sebatas di jalan lintas," terangnya.(kas)
Editor : M. Erizal