Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pascapenyelidikan Epidemiologi, Rutan Rengat Bersama Puskesmas Pekan Heran Lakukan Fogging

Raja Kasmedi • Sabtu, 25 April 2026 | 16:30 WIB
Tim kesehatan Puskesmas Pekan Heran saat melakukan pengasapan di ruang WBP, Sabtu (25/4/2026). (Rutan Rengat)
Tim kesehatan Puskesmas Pekan Heran saat melakukan pengasapan di ruang WBP, Sabtu (25/4/2026). (Rutan Rengat)

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Rengat terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit menular. Komitmen itu dilakukan Rutan Rengat bersama Puskesmas Pekan Heran untuk melaksanakan kegiatan fogging atau pengasapan.

Fogging itu dalam upaya memberantas nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) dan malaria di lingkungan Rutan Rengat. Kegiatan fogging itu dilakukan secara menyeluruh, mencakup area perkantoran hingga blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

"Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk yang berpotensi membawa penyakit berbahaya tersebut," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Rengat, Dedy Irawan AMd IP SH MH, Sabtu (25/4/2026.

 Baca Juga: GAPKI dan Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Risiko Karhutla

Dijelaskannya, sebelum pelaksanaan fogging di kamar-kamar hunian, seluruh WBP terlebih dahulu dikeluarkan dari kamar masing-masing. Proses pengeluaran dilakukan secara tertib dengan tetap mengedepankan faktor keamanan.

"Para petugas melakukan pengawalan dan pengawasan secara ketat guna memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif," ungkapnya.

Setelah seluruh kamar dalam kondisi kosong, petugas kesehatan bersama tim melakukan pengasapan ke setiap sudut ruangan. Bahkan, pengasapan dilakukan pada area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

 Baca Juga: Hingga April 2026 Tercatat 52 Ribu Hektare Karhutla di Indonesia, Terbanyak di Kalimantan Barat dan Riau

"Kegiatan itu diharapkan mampu menekan populasi nyamuk secara signifikan serta menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat," harap Dedy.

Dedy juga menegaskan bahwa, kegiatan itu merupakan bagian dari langkah preventif yang rutin dilakukan, khususnya dalam menghadapi perubahan cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Selain fogging, upaya lain seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan genangan air juga terus digalakkan.

Lebih jauh disampaikanmya, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan seluruh warga binaan dan petugas dapat terhindar dari ancaman penyakit DBD dan malaria. "Semoga tercipta lingkungan Rutan yang sehat, aman, dan nyaman," harapnya.(kas)

Baca Juga: Potensi Karhutla dan El Nino di Riau Tinggi, Menteri Lingkungan Hidup Ajak Seluruh Pihak Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

 

Editor : Edwar Yaman
#fogging #puskesmas pekan heran #rutan rengat #epidemiologi