Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Wabup Pimpin Rakor Penanganan Wabah Lalat yang Bersumber dari Kandang Ayam

Raja Kasmedi • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:08 WIB
Wabup Inhu, Ir H Hendrizal MSI saat memimpin Rakor tentang pengendalian wabah lalat, Kamis (21/5/2026). Foto Diskominfotik Inhu
Wabup Inhu, Ir H Hendrizal MSI saat memimpin Rakor tentang pengendalian wabah lalat, Kamis (21/5/2026). Foto Diskominfotik Inhu

RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Ir H Hendrizal MSI memimpin rapat koordinasi (Rakor) penanganan dampak populasi lalat yang diduga bersumber dari kegiatan usaha peternakan ayam di wilayah Kecamatan Sungai Lala.

Rakor tersebut sebagai tindak lanjut pascaturun dan penutupan usaha kandang ayam yang dilakukan pada Rabu (20/5/2026). Selain itu sebagai tindak lanjut untuk merespons aduan dan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat setempat.

Rakor tersebut dihadiri oleh perangkat daerah terkait, unsur pimpinan kecamatan, serta pihak pengelola usaha peternakan dari PT Indojaya Agrinusa. 

Baca Juga: Marak Pencurian Kotak Amal di Inhu, Kali Ini Masjid Raya Nurul Iman Pematang Reba Jadi Korban, Aksi Terekam CCTV 

"Rakor tersebut membahas secara mendalam tentang gangguan lalat yang dirasakan warga, mulai dari faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang," ujar Wabup lnhu, Ir H Hendrizal MSI, Jumat (22/5/2026).

Wabup Inhu, Hendrizal menegaskan bahwa, keberadaan usaha peternakan harus mampu bersinergi dengan lingkungan sekitar dan tidak merugikan masyarakat. Dimana, dari tinjauan lapangan masih ada kekurangan dan sudah diminta kepada seluruh pelaku usaha peternakan untuk melengkapi seluruh dokumen administrasi dan perizinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk itu, Wabup meminta agar keberadaan usaha peternakan harus memiliki nilai ekonomi yang baik bagi daerah, namun tidak boleh mengesampingkan aspek kenyamanan, kesehatan dan keamanan lingkungan warga sekitar. 

Baca Juga: Respons  Cepat Laporan Masyarakat, Pemkab Inhu Tutup Usaha Kandang Ayam, Ini Penyebabnya

"Saya minta administrasi harus lengkap dan tertib sesuai aturan yang ada, mulai dari perizinan usaha hingga standar pengelolaan limbah," tegasnya. Hal itu wajib dipenuhi agar permasalahan serupa tidak terulang kembali di masa mendatang dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas. 

Selain itu, Wabup juga menginstruksikan agar komunikasi antara pengusaha peternakan, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar terus dijaga dengan baik. Wabup menyebutkan Pemerintah Kabupaten Inhu akan selalu hadir menjadi penengah dan memastikan bahwa setiap kegiatan usaha berjalan dengan tertib, berkelanjutan, dan membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa menimbulkan dampak kerugian.

"Saya minta agar camat beserta Kades turut andil dalam mendata serta mendaftarkan peternak ayam yang ada di wilayah masing-masing, harus memiliki administrasi yang lengkap dan jelas," tegas Wabup lagi 

Baca Juga: Wabup Kampar Lantik 33 Pejabat dan Kepala Sekolah, Tekankan Profesionalisme ASN, Ini Nama-namanya

Sementara itu, pemilik peternak ayam, Pangodian Sinaga pada kesempatan itu menyampaikan permohonan maaf atas kelalaiannya kepada seluruh pihak yang terdampak lalat dan mengganggu aktivitas warga.

Ia juga menyetujui arahan dari pemerintah daerah dalam upaya pembasmian hama lalat itu lebih lanjut. "Kami telah melakukan yakni memberikan lem lalat kepada masyarakat dan desa tetangga serta melalukan fogging," ucapnya.

 

Editor : Rinaldi
#wabah lalat #kandang ayam #Wabup Hendrizal