RENGAT (RIAUPOS.CO) - PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rengat melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Talukkuantan menyiapkan daya mampu pasok kumulatif sebesar 72 Megawatt (MW). Sedangkan proyeksi beban puncak kumulatif selama pelaksanaan MTQ XLIV Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi diperkirakan mencapai 50 MW.
Hal itu dilakukan sebagai komitmen penuh untuk keandalan pasokan listrik demi menyukseskan perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XLIV tingkat Provinsi Riau tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Bahkan, demi kehandalan pasokan listrik, PLN mengerahkan kekuatan berlapis. Sehingga melalui langkah taktis yang ada, PLN memastikan proyeksi sistem kelistrikan berada dalam kondisi yang sangat aman guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara keagamaan tersebut.
Demikian disampaikan Manager PLN UP3 Rengat, Tatok Winarko, Sabtu (27/6). “PT PLN terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat, terutama pada helat MTQ ke 44 tingkat Provinsi Riau di Kuansing,” ujar Tatok Winarko.
Dijelaskannya, saat ini sistem kelistrikan ULP Talukkuantan tercatat memiliki daya mampu pasok kumulatif sebesar 72 Megawatt (MW). Sedangkan proyeksi beban puncak kumulatif selama acara diperkirakan mencapai 50 MW.
Dengan kondisi itu, menunjukkan adanya cadangan daya (reserve margin) yang sangat memadai untuk mengamankan jalannya kegiatan. “Semoga setiap kegiatan di MTQ ke 44 tingkat Provinsi Riau berjalan lancar,’’ harapnya.
Kemudian sebutnya, kombinasi antara keandalan sistem distribusi, kesiapan peralatan taktis seperti Uninterruptible Power Supply (UPS), serta kesiapsiagaan personel di lapangan menjadi kunci utama pelayanan keandalan tanpa kedip (zero down time) di seluruh lokasi perhelatan.
Bahkan, seluruh tim bersiaga penuh untuk memastikan kenyamanan para kafilah dan kelancaran jalannya musabaqah di setiap lokasi yang telah ditentukan. “Kami telah memetakan kebutuhan daya secara detail dan menyiagakan kekuatan penuh, baik dari sisi personel maupun infrastruktur penunjang,” ungkapnya.
Selian itu sebutnya, untuk menjamin keandalan pengamanan berlapis tersebut, PLN mengerahkan strategi serta rincian sumber daya taktis. Di mana, untuk pengerahan personel siaga sebanyak 49 personel gabungan yang terdiri dari 16 orang personel internal PLN dan 33 orang personel Pelayanan Teknik (Yantek) yang akan berjaga secara intensif selama pelaksanaan MTQ.
Kesiapan peralatan cadangan dan mobile guna mengantisipasi dinamika kelistrikan, PLN menyiagakan perlengkapan penunjang mobile berupa 2 unit genset 100 KVA, 2 unit genset 15 KVA, dan 1 unit genset 5 KVA. “Pengamanan tanpa kedip diperkuat dengan penempatan 3 unit UPS, masing-masing berkapasitas 100 KVA (1 unit), 30 KVA (1 unit), dan 10 KVA (1 unit), di samping dukungan 8 unit kendaraan operasional serta material cadangan gangguan dalam jumlah yang cukup,” sebutnya.
Untuk sistem penyulang prioritas demi keandalan pasokan energi listrik ke pusat-pusat acara akan dipasok melalui 7 jalur penyulang prioritas, yaitu penyulang valencia, penyulang levante, penyulang atletico, penyulang espanyol, penyulang sevilla, penyulang alaves, dan penyulang betis.
Infrastruktur Kendaraan Listrik: PLN juga menyediakan fasilitas SPKLU FAST Charging sebanyak 1 unit di lokasi Kantor ULP Taluk Kuantan serta 1 unit SPKLU di PLTD PLN Lama guna mendukung mobilitas kendaraan listrik selama acara berlangsung.(kas)
Editor : Arif Oktafian