RENGAT (RIAUPOS.CO) - Berdasarkan data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di tingkat SMP negeri tahun pelajaran 2026/2027 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), tercatat sebanyak 5.955 orang murid baru mendaftar secara online.
Dari data SPMB diketahui sebanyak 138 orang murid baru ditolak ditempat sekolah yang dituju dan harus mendaftar ke sekolah lain. Bahkan, dari data SPMB tersebut, ada SMP negeri yang hanya dua orang murid baru yang mendaftar secara online.
"Pendaftaran ulang sudah tuntas pada Kamis (9/7/2026) kemarin. Sehingga dari SPMB dapat diketahui jumlah murid baru yang mendaftar secara online," ujar Kabid Dikdas pada Disdikbud Kabupaten Inhu, Faizin, Jumat (10/7/2026).
Baca Juga: Usulan Pelepasan Kawasan Hutan ke Kemenhut Tidak Pernah Dibahas dengan DPRD
Dijelaskannya, sesuai ketentuan jumlah murid per rombel sebanyak 32 siswa. Meski begitu ada sejumlah sekolah yang mendapatkan kuota hingga 38 siswa. Hal ini dikarenakan pertumbuhan penduduk yang signifikan di wilayah sekolah tersebut.
Meski begitu, penetapan penambahan kuota tersebut harus melalui pengkajian Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau. "Kemarin sebelum dimulai SPMB, pihak BPMP sudah datang ke sekolah untuk memastikan kelayakan sekolah. Setelah ada penilaian baru ditetapkan penambahan kuota," ungkapnya.
Namun berdasarkan data, jumlah siswa yang mendaftar secara online di sejumlah SMP negeri di Kabupaten Inhu juga melebihi dari kuota yang tersedia. Total jumlah murid SMP negeri yang mendaftar secara online mencapai 5.955 orang. Sementara sebanyak 138 murid terpaksa tidak diluluskan, lantaran keterbatasan kuota di sekolah.
Baca Juga: Tim Labfor Polda Riau Olah TKP Kebakaran Pasar Tembilahan, Polisi Tunggu Hasil Uji Forensik
SMP negeri yang paling banyak pendaftar tidak lulus adalah SMPN 1 Peranap. Dimana jumlah murid yang tidak lulus mencapai 54 orang. Kemudian di SMPN 1 Sungai Lala sebanyak 26 orang yang tidak lulus, di SMPN 1 Rengat sebanyak 22 orang, di SMPN 2 Seberida sebanyak 24 orang, dan di SMPN 1 Batang Cenaku sebanyak 10 orang.
Murid yang tidak lulus tersebut, telah diimbau agar melakukan pendaftaran ke sekolah lainnya. "Bagi murid yang tidak lulus disampaikan agar melakukan pendaftaran ke sekolah lain," sebutnya.
Sementara itu, SMP negeri terbanyak menerima murid yakni SMPN 1 Seberida mencapai 297 orang murid. "Ada satu SMP negeri di Kabupaten Inhu yang mendaftar secara online hanya dua orang murid, yakni di SMPN 3 Kuala Cenaku," terangnya.
Baca Juga: Kemenag Riau Gandeng Ombudsman Cegah Maladministrasi
Ditempat terpisah, Kepala SMPN 3 Kuala Cenaku, Indra Buana MPd ketika dikonfirmasi membenarkan hanya dua orang murid baru yang mendaftar secara online. "SMPN 3 Kuala Cenaku itu berada di Desa Tanjung Sari dan masih terbiasa mendaftar secara manual," ujar Indra Buana.
Hingga pendaftaran ulang sebutnya, di SMPN 3 Kuala Cenaku terdapat sebanyak 25 orang murid baru atau terdapat 23 orang mendaftar secara manual. Bahkan, pihaknya masih berupaya mengajak dua orang calon murid baru untuk tetap sekolah. Sehingga ketika berhasil mengajak dua calon murid tersebut, akan ada 27 orang murid di kelas VII.
Dari 25 orang murid baru itu tambahnya, terdapat sebanyak enam orang dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tepatnya dari Desa Rapit Kecamatan Bayas. Dimana, Desa Rapit merupakan desa yang berbatasan langsung dengan Desa Tanjung Sari Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Inhu.
Baca Juga: Hari Ini BPBD Kampar Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Hujan Lebat Terutama di Kecamatan Tapung
Indra Buana juga tidak menampik, hampir 50 persen murid di sekolah yang ia pimpin berasal dari Desa Rapit Kecamatan Bayas Kabupaten Inhil. "SMPN 3 Kuala Cenaku hanya ada satu SDN 007 dan MI Tanjung Sari sebagai sekolah pendukung. Selebihnya, sesuai irisan yakni sekolah terdekat berasal dari Desa Rapit," terangnya.(kas)
Editor : M. Erizal