RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) berhasil mengunjungi 10 kementerian dan lembaga negara serta instansi terkait dalam rangkaian roadshow jilid II.
Bahkan, melalui rangkaian roadshow jilid II itu, Pemkab Inhu juga melakukan kunjungan kerja dan studi tiru ke Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara. Dimana, Sudin LH Jakarta Utara telah berhasil meraih penghargaan sebagai pengelola Bank Sampah Induk terbaik Nasional tahun 2024 lalu.
"Rangkaian roadshow jilid II merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang dilakukan pada bulan lalu. Dari kunjungan itu, kementerian dan lembaga negara sangat merespon atas usulan yang disampaikan Pemkab Inhu," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian AP MSI, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: New Hilux Meluncur di Pekanbaru, Harga Mulai dari Rp400 Jutaan hingga Rp1 Miliar
Selain audensi dan penyampaian proposal usulan pembangunan kepada sejumlah kementerian, Pemkab Inhu juga berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di daerahnya. Sebagai langkah proaktif untuk memperkuat sistem manajemen persampahan domestik sejak dini, Pemkab Inhu melakukan kunjungan kerja dan studi tiru ke Sudin LH Jakarta Utara pada Rabu (8/7/2026).
Studi tiru ke Sudin LH Jakarta Utara disambut hangat oleh Kepala Sudin LH Jakarta Utara, Edy Mulyanto MSi bersama Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Bio Gas, Dr Sri Wahyuni MP. "Banyak hal yang dapat diambil dan ditiru untuk diterapkan di Kabupaten Inhu,," ungkapnya.
Saat ini katanya, Kabupaten Inhu tercatat memproduksi sampah sekitar 18 ton per hari. Meskipun volume tersebut masih relatif terkendali, Pemkab Inhu memilih melakukan tolok ukur (benchmarking) ke wilayah dengan kompleksitas tinggi seperti Jakarta Utara.
Dimana, Jakarta Utara sukses mengelola volume raksasa hingga 1.380 ton sampah per hari atau 700 ton sampah organik dan 680 ton sampah anorganik. "Sudin LH Jakarta Utara sudah berhasil meraih penghargaan sebagai pengelola Bank Sampah Induk Terbaik Nasional," tambahnya.
Melihat keberhasilan ekosistem tersebut, Zulfahmi Adrian akan menjadikan referensi sekaligus percontohan bagi Pemkab Inhu dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.
"Kami berharap, studi tiru itu momentum emas untuk membangun sistem pengelolaan yang benar sebelum volumenya melonjak di masa depan. Kami juga berharap hasil kunjungan itu dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus referensi dalam menyusun kebijakan," ungkapnya.
Baca Juga: Bakat Muda Sumatera Tunjukkan Daya Juang Tinggi Menuju Final Audisi Umum PB Djarum 2026
Untuk itu, dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak lagi menjadi persoalan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLH dan KP) Kabupaten Inhu, Elpahri Adha menambahkan bahwa, cetak biru (blueprint) dari Jakarta Utara ini akan langsung dianalisis untuk diterapkan di daerah sesuai skala kebutuhan. Konsep pemanfaatan sampah organik menjadi pakan ternak lewat BSF maupun eco-farming dinilai sangat aplikatif untuk diadopsi di Inhu guna memotong jalur sampah agar tidak menumpuk di TPA.
"Melalui studi konsep ini, Pemkab Inhu berkomitmen untuk segera merancang pilot project pengelolaan sampah berbasis komunitas dan teknologi tepat guna demi mewujudkan Inhu yang bersih, asri, dan mandiri lingkungan," ucapnya singkat.
Editor : Rinaldi