RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) atau daring dari rumah. Bahkan, untuk kebijakan penerapan proses belajar mengajar seperti biasa, masih melihat perkembangan kabut asap pada Senin (31/8/2026) mendatang.
Sementara di Kota Rengat pada Jumat (28/8/2026) pagi, sinar matahari cukup cerah dan kabut asap mulai tidak terlihat. Namun pada Kamis (27/8/2026) petang, kabut asap tipis masih terlihat.
"Karena kabut asap masih terlihat jelas pada Kamis kemarin, pembelajaran untuk peserta didik di setiap tingkat masih menerapkan PPJ atau daring dari rumah," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian AP MSI, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: Bertambah Jadi 207 Hotspot, Provinsi Riau Kian Membara, Pelalawan Masih Jadi yang Terbanyak
Memang sebutnya, kabut asap yang terjadi sifatnya kiriman dari kabupaten dan provinsi tetangga. Karena untuk wilayah Kabupaten Inhu, hotspot terus berkurang dari sebelumnya.
Dimana, berdasarkan data dari pihak BMKG kelas III Japura Inhu, hotspot selama dua hari ini hanya 17 titik. Namun jika dibandingkan hotspot di kabupaten dan provinsi tetangga mencapai di atas 50 titik.
Kepada masyarakat juga terus diimbau agar tetap mengurangi aktivitas di luar ruangan. "Kalaupun harus beraktivitas di luar ruangan, hendaknya memakai masker," imbaunya.
Baca Juga: Pelayanan Pemerintah Tetap Jalan Meski Pekanbaru Terdampak Asap Karhutla
Pemkab Inhu telah mengeluarkan surat edaran tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat penurunan kualitas udara sejak Senin (17/8/2016) dan mulai diterapkap pada Rabu (26/8/2026). Surat edaran tersebut tidak dituliskan batas waktunya tetapi hingga waktu yang belum ditentukan.
Editor : Rinaldi