RENGAT (RIAUPOS CO) -- Hotspot terbanyak sepanjang musim kemarau tahun 2026 terpantau di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Selasa (8/9/2026). Dimana pada pagi, tercatat sebanyak 135 titik hotspot dan pada sorenya mulai menurun menjadi 32 titik yang tersebar di daerah itu.
Dengan kondisi itu, Bupati Kabupaten Inhu, Ade Agus Hartanto SSos MSI langsung meminta kepada seluruh camat, kepala desa (Kades) untuk mengimbau secara terbuka tentang Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Bahkan, permintaan kepada camat dan kades tentang imbauan tersebut disampaikan melalui video.
Sehingga video imbauan tersebut dapat disebarkan ke semua pihak hingga masyarakat luas. "Benar, terjadi peningkatan hotspot pada Selasa. Makanya kembali diminta kepada camat dan Kades untuk meningkatkan sosialisasi tentang Karhutla, agar semua pihak dapat waspada dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar," ujar Ade Agus Hartanto, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Kualitas Udara Tak Sehat, Murid Pekanbaru Kembali Belajar Daring 9 September
Untuk mengatasi Karhuta yang terjadi sebutnya, tim gabungan masih berjibaku di sejumlah titik. Hanya saja, Karhutla yang terjadi di Kabupaten Inhu berada di areal gambut dan butuh waktu untuk dipadamkan.
Berkaitan dengan Karhutla yang terjadi, juga telah dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau hingga Pemerintah Pusat. Melalui koordinasi itu, ikut diusulkan pemadaman dengan pola water boming. "Saat ini pemadaman Karhutla di Kecamatan Batang Cenaku dilakukan dengan pola water boming lantaran tidak bisa dilalui melalui jalur darat," ungkapnya.
Akibat dampak Karhutla yang terjadi, Pemkab Inhu sudah mengambil langkah-langkah, salah satunya kembali memberlakukan Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dimana, pelaksanaan BDR/PJJ sudah dimulai dilaksanakan sejak Selasa hingga Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Udara Tak Sehat Akibat Karhutla, Sejumlah Sekolah di Kampar Terapkan PJJ
BDR kali ini hanya untuk peserta didik yang berada di tujuh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Tujuh kecamatan itu yakni, Batang Cenaku, Batang Gansal, Lubuk Batu Jaya, Kelayang, Peranap, Batang Peranap dan Rakit Kulim.
Dalam pada itu, Kepala Stasiun BMKG Japura Kabupaten Inhu, Nancy Luciana Damanik SH MSI mengatakan, titik hotspot pada Selasa (8/9/2026) mencapai 135 titik. "Hotspot Selasa sore pada pukul 16.00 WIB turun menjadi 32 titik," ujarnya.
Sebaran hotspot itu berada di 5 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu. "Sebaran hotspot pada pukul 16.00 WIB berada di Kecamatan Batang Cenaku sebanyak 6 titik, Kuala Cenaku 6 titik, Peranap 1 titik, Rengat 12 titik dan Seberida sebanyak 7 titik," terangnya.
Editor : Rinaldi