RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menyelimuti wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Selasa (13/10/2026). Dimana kabut tersebut masih kiriman dari provinsi tetangga.
Untuk penanganan warga terdampak kabut asap, di sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu telah melaunching pemakaian rumah oksigen.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhu, Indrawansyah SE MSI mengatakan bahwa, rumah oksigen merupakan fasilitas kesehatan darurat atau tempat isolasi yang menyediakan pasokan oksigen medis secara gratis bagi masyarakat.
Baca Juga: PLN Raih Sector Champion dan Runner Up BUMN Layanan Terbaik CX100 Award 2026
"Launching perdana dilakukan di Kecamatan Peranap dan disusul Kecamatan Pasir Penyu tepatnya di puskesmas daerah itu," ujar Indrawansyah, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, kehadiran rumah oksigen sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warga yang terdampak kabut asap. Selain itu, melihat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) musim kabut asap terjadi lonjakan.
Seperti pada Selasa (13/10/2026) jumlah kasus ISPA di Kabupaten Inhu mencapai 90 kasus. Jumlah tersebut jauh meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya 56 kasus. "Penderita ISPA itu lebih dominan dialami oleh orang dewasa," ungkapnya.
Baca Juga: Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri, Siapkan Pembenahan Tata Kelola dan Optimalisasi Aset
Di tempat lulusan, Camat Peranap, Benny Aperta SE mengatakan bahwa, pelaksanaan launching dilakukan bersama forum pimpinan kecamatan Peranap.
"Sejak dilaunching pada Jumat akhir pekan kemarin, sudah ada warga terdampak kabut asap yang datang untuk memanfaatkan rumah oksigen," sebut Benny Aperta.
Pendirian rumah oksigen katanya, melihat kondisi kabut asap di wilayah Kecamatan Peranap cukup tebal. Karena wilayah Kecamatan Peranap bersebelahan dengan Provinsi Jambi.
Baca Juga: Abdul Wahid Siapkan Memori Kasasi
Sehingga dengan kondisi itu dipandang perlu adanya rumah singgah untuk warga yang terdampak. "Rumah oksigen dibuka selama 24 jam yang ditangani oleh dokter dan perawat Puskesmas Peranap," terangnya.
Dalam pada itu, Kabid Dikdas pada Disdikbud Inhu, Muhammad Faizin SPsi mengatakan bahwa, pada Rabu (14/10/2026) masih dilanjutkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). "Berdasarkan laporan masing-masing korwil, kabut asap masih tebal dan kembali dilanjutkan PJJ untuk semua wilayah," ucapnya singkat.