PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Desa Wisata Dayun di Kabupaten Siak, Riau menyimpan potensi luar biasa sebagai pusat ekowisata berbasis lahan gambut dan hutan rawa. Namun, keberlanjutannya menghadapi tantangan besar akibat pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, kebakaran hutan, serta perubahan hidrologi dan iklim yang terus meningkat.
Menjawab tantangan ini, program Genera-Z Berbakti dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) hadir membawa semangat perubahan melalui peran aktif generasi muda. Genera-Z Berbakti merupakan program dengan konsep call for proposal untuk kelompok mahasiswa yang memiliki antusiasme terhadap pengembangan masyarakat di lokasi desa binaan Bakti BCA. Sebanyak empat tim dengan proposal terbaik akan mendapatkan pendanaan serta pembinaan dari Bakti BCA.
Desa Wisata Dayun sendiri menjadi salah satu lokasi tujuan dari program Genera-Z Berbakti. Dua tim mahasiswa yang terpilih menjadi finalis untuk mengabdi di Desa Wisata Dayun adalah tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Andalas (Unand).
Tim UGM nengangkat UMKM dan Budaya Menuju Pariwisata Berkelanjutan. Tim yang terdiri dari 12 orang mahasiswa lintas fakultas mengusung tema 'Optimalisasi Pengembangan Wisata Berbasis Digital Dan Pusat Budaya Melayu Melalui Peningkatan Kualitas SDM: Dari Realitas Menuju Koneksi Virtual Di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.' Dalam proposal mereka, tim UGM menyoroti potensi budaya lokal serta produk-produk lokal yang dapat dioptimalkan untuk mendukung sektor pariwisata.
Dengan pendekatan inovatif berbasis pemberdayaan dan pendampingan dalam bidang manajemen wisata, teknologi digital, dan pemasaran berbasis budaya lokal, tim ini menyusun program pelatihan digital marketing dan storytelling budaya sebagai strategi untuk memperluas pasar serta meningkatkan pariwisata dan ekonomi lokal.
Sementara itu, Tim Unand mengusung proposal Lingkungan sebagai Poros Pembangunan Berkelanjutan. beranggotakan 11 mahasiswa multi-disiplin membawa pendekatan berbeda dengan mengangkat tema 'Inovasi Pengelolaan Sampah dan Limbah Peternakan: Membangun Ekowisata Lingkungan Berkelanjutan Di Desa Dayun.'' tim ini mengusung program pembangunan reaktor biogas, serta perakitan dan instalasi mesin pencacah sampah organik dan sampah plastik.
Tidak hanya itu, tim ini juga merencanakan program edukasi masyarakat untuk pengoperasian dan pemeliharaan sistemnya. Tujuan utama dari seluruh program yang diusung adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan mengembangkan potensi ekowisata lokal di Desa Dayun.
Genera-Z Berbakti: Ruang Kolaborasi Mahasiswa untuk Menciptakan Dampak Positif bagi Masyarakat
Duta Bakti BCA Nicholas Saputra mengaku terkesan dengan dua tim finalis. Ia bertindak sebagai panelis pada tahap penentuan finalis program ini.
'''Ada salah satu mahasiswa yang tidak hanya betul-betul memahami situasi alamnya, tetapi juga kultur budaya masyarakat di desa tersebut. Ini justru menjadi hal yang penting dan utama, tentang memahami manusianya," kata Nicholas Saputra aktor yang melejit lewat film Ada Apa dengan Cinta ini.
Sebagai inisiatif dari Bakti BCA, program Genera-Z Berbakti tidak hanya sekadar persaingan kompetensi dan gagasan antar mahasiswa. Melalui pendekatan kolaboratif dan transformatif, mahasiswa juga diajak untuk menjadi agen perubahan sosial. Mereka akan memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengasah kepemimpinan, hingga mengembangkan inovasi sosial.
Pemenang program Genera-Z Berbakti juga akan mengikuti sesi bootcamp dari Bakti BCA, sebagai sesi pembekalan sebelum para mahasiswa menjalankan program mereka selama kurang lebih satu bulan di desa tujuan.
Siapa di antara tim UGM dan Unand yang akan berhasil menjadi pemenang, dan mendapatkan kesempatan mengabdi di Desa Wisata Dayun? Keseruan sesi penjurian program Genera-Z Berbakti bisa disaksikan melalui link bca.id/genzjuara.(end)
Editor : Edwar Yaman