“Pak pejabat PUPR, tolonglah bangun drainase di permukiman kami ini di Jalan Pemda. Kalau hujan, banjir terus jalan di sekitar rumah kami ini.”
08526530XXXX
PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Sejumlah jalan di Kecamatan Pangkalan Kerinci yang notabenenya adalah ibukota Kabupaten Pelalawan, menjadi lokasi yang kerap terendam air. Kondisi ini merupakan dampak akibat buruknya drainase. Salah satu dikeluhkan warga jalan Pemda, di depan cucian mobil Tiga Putra terendam air yang tidak kunjung kering sehingga mengancam jalan aspal akan rusak.
“Ya, air terendam di jalan kalau hujan, karena tidak ada drainase untuk dialiri. Kalau dibiarkan akan mengancam jalan ikut rusak,” terang Angga, salah satu pedagang di Jalan Pemda kepada Riau Pos, Selasa (7/1).
Diungkapkannya bahwa Jalan Pemda merupakan jalan penghubung sejumlah jalan lainnya di kabupaten. Di mana setiap hari padat dilewati masyarakat, baik dari Jalan BTN Lama ke Jalan Akasia.
“Kalau kendaraan melaju air tergenang bukan saja membasahi depan toko warga yang ada di sekitar. Tapi juga membasahi mengendarai lain. Kalau tidak cepat diatasi jalan tergenang ini akan rusak dan rawan menimbulkan kecelakaan,” paparnya.
Hanya saja, sambung Angga, sejak tahun 2024 kondisi air tergenang, bahkan sudah ada sebagian Jalan Pemda yang rusak dan berlubang dibiarkan. Bahkan, sudah ada beberapa pengendara mengalami kecelakaan yang tidak kunjung diatasi oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
“Jalan Pemda tergenang, karena ada sekitar 700 meter tidak ada dibangun drainase. Padahal ini jalan tengah kota dibiarkan seperti ini drainase yang bangunan kondisinya buruk dan memperihatinkan,” bebernya dengan nada kesal.
Kondisi jalan tergenang dan rusak, ini salah satunya belum lagi Jalan Akasia juga terdapat beberapa genangan air jika hujan turun. Persimpangan Jalan Cempaka juga sebelum toko Army Jalan Akasia, Simpang BTN, Jalan Sultan Syarief Harun dan Jalan Beringin Pangkalan Kerinci Kota.
Tak hanya itu, beberapa gang di Jalan Pemda, seperti Gang Merpati dan lainnya juga kerap langganan terendam banjir. Meski hanya beberapa jam saja.
“Kalau hujan kami siap-siap angkat barang. Meski hujan sebentar Bang. Sepertinya pembangunan drainase yang buruk dan tidak merata. Kami berharap semoga ini dapat segera diatasi di awal tahun 2025 ini,” ujar Eri, warga Gang Merpati.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR, Irham Nisbar MT menambahkan bahwa, pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk meninjau permasalahan banjir tersebut. Sehingga dapat segera diketahui akar permasalahannya untuk segera dicarikan solusinya.
“Jadi, jika permasalahannya adalah drainase, maka secepatnya akan kita bangun atau perbaiki. Namun demikian, kita juga mengimbau agar warga juga dapat menjaga drainase ini nantinya, salah satunya tidak membuang sampah, sehingga dapat menyebabkan aliran air drainase itu menjadi terhambat.
“Intinya, permasalahan drainase yang menyebabkan banjir dan juga jalan rusak, menjadi prioritas kami pada tahun 2025 ini,” tutupnya.(amn)
Editor : Rindra Yasin