“Pak pejabat PUPR, tolonglah bangun drainase di jalan lingkungan kami ini. Susah kami beraktivitas karena jalan ini kerap direndam banjir pascaturun hujan."
08526530xxxx
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Sebagai ibu kota Kabupaten Pelalawan, Kecamatan Pangkalan Kerinci harusnya menjadi daerah yang maju dan berkembang dari 11 kecamatan lainnya, khususnya bidang infrastruktur. Hal tersebut dikarenakan Pangkalankerinci merupakan wajah dari Negeri Seiya Sekata ini. Hanya saja, kondisi tersebut berbanding terbalik dari semestinya. Pasalnya, banyak jalan di ibu kota ini yang kondisinya sangat memprihatinkan akibat luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Palalawan.
Seperti kondisi Jalan Pemda Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, tepatnya di depan Perumahan Griya Mutiara Kerinci RT 01/RW 09. Jalan alternatif menuju Kota Pekanbaru ini, selalu tergenang air setiap hujan deras turun mengguyur dengan ketinggian 10-20 centimeter, meski hanya dengan durasi singkat.
Bahkan, badan jalan yang telah lebih sepekan direndam air ini, sudah bercampur lumpur dan lumut hingga mengeluarkan aroma tidak sedap. Tidak hanya menyebabkan jalan menjadi licin, namun juga membuat sejumlah badan jalan menjadi rusak akibat tergerus air.
Kondisi itu juga diperparah akibat tidak berfungsinya saluran air atau drainase di jalan tersebut. Atas kondisi tersebut, warga pun berharap agar Pemkab Pelalawan melalui instansi terkait dapat segera melakukan perbaikan jalan ini agar tidak mengalami kerusakan parah.
“Ya, kalau melintas di Jalan Pemda depan Perum Griya Mutiara Kerinci ini, harus ekstra hati-hati. Pasalnya, permukaan jalan menjadi licin dan rawan terpeleset akibat tergenang air sejak sepekan terakhir dampak meningginya intensitas curah hujan yang turun,” terang warga Jalan Pemda, Carles Sianipar kepada Riau Pos, Senin (3/2).
Diungkapkan pria yang berprofesi sebagai tukang ojek beca motor ini, bahwa warga telah menyampaikan permintaan perbaikan jalan ini kepada Pemkab Pelalawan, khususnya Dinas PUPR. Namun, hingga saat ini perbaikan jalan tersebut tak kunjung direalisasikan.
“Jadi, sampai sekarang belum ada pegawai dari Dinas PUPR yang turun ke lokasi melihat kondisi jalan ini dan melakukan perbaikan. Untuk itu, tak putus harapan, kami tetap berharap agar dinas terkait dapat segera mengatasi permasalahan ini sebelum memakan korban,” tuturnya.
Tidak hanya Joni, warga setempat bernama Rahima Amrizal, juga berharap agar Pemkab Pelalawan melalui Dinas PUPR dapat segera mencari solusi perbaikan jalan tersebut. Ibu rumah tangga (IRT) yang berprofesi sebagai pedagang bakso ini mengaku sering tidak bisa berjualan dan terkendala oleh genangan air tersebut.
“Jika turun hujan, tempat saya berdagang pertama kali terendam. Dan jika hujan turun, saya tidak bisa tidur di sini dan harus mengungsi ke rumah saudara. Parahnya sekarang sudah tidak hujan air pun masih tetap tergenang. Kami berharap pemerintah lekas memperbaiki jalan ini agar tidak lagi tergenang air. Salah satunya memperbaiki drainase yang telah lama tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar ibu yang telah dikarunia tiga orang anak ini.
Masalah ini juga mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua I DPRD Pelalawan Syafrizal SE yang mengatakan bahwa, sebagai ibukota kabupaten, Pemkab Pelalawan harus memberikan perhatian serius pada jalan-jalan lingkungan di Kota Pangkalankerinci. Pasalnya, Pangkalankerinci adalah wajah kabupaten yang berjuluk Negeri Amanah ini.
Artinya, jalan–jalan yang rusak sebab drainase yang buntu atau tidak berfungsi ini, adalah pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan oleh Pemkab Pelalawan melalui Dinas PUPR. Dan Pemerintah juga diminta harus memiliki rencana jangka panjang dalam mengatasi banjir.(amn)
Editor : Rindra Yasin