Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dunia Peringati 100 Hari Perang Gaza, Netanyahu Nyatakan Enggan Berhenti

Redaksi • Senin, 15 Januari 2024 | 09:55 WIB
Asap mengepul di wilayah Gaza akibat serangan tak berprikemanusiaan Israel.
Asap mengepul di wilayah Gaza akibat serangan tak berprikemanusiaan Israel.

GAZA CITY (RIAUPOS.CO) – Seruan agar perang dihentikan datang dari berbagai pihak. Jutaan penduduk dari berbagai kota di dunia turun ke jalan sejak Sabtu (13/1) untuk memberikan dukungan pada Palestina. Salah satunya di ibu kota AS, Washington DC. Ribuan orang dari Florida, Minnesota, Texas dan Wisconsin memprotes perang dan pemberian bantuan AS ke Israel. Ini adalah aksi terbesar di negara yang dipimpin Presiden Joe Biden itu sejak awal perang.

Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini mengungkapkan bahwa waktu berdetak dengan cepat menuju kelaparan di Gaza. Krisis diperburuk oleh pernyataan-pernyataan yang tidak manusiawi, serta penggunaan makanan, air dan bahan bakar sebagai alat perang. Israel menutup pasokan air dan memblokir sebagian besar makanan, bahan bakar, dan bantuan medis ke Gaza.

’’Kematian besar-besaran, kehancuran, pengungsian, kelaparan, kehilangan, dan kesedihan dalam 100 hari terakhir menodai kemanusiaan kita bersama,’’ ujar Lazzarini seperti dikutip The Guardian.

Aksi serupa juga terjadi di Inggris, Malaysia, Afsel, Indonesia, Thailand, Jepang, Italia, Yunani, Pakistan dan negara-negara lainnya. Ilmuwan Palestina Mohammed Ghalayini mengungkapkan bahwa hanya ada satu kata yang menggambarkan respon negara-negara Barat atas konflik di Gaza. ’’Yaitu rasisme. Jika warga Palestina tidak dianggap lebih rendah dari manusia oleh para pemimpin Barat maka responsnya akan jauh berbeda dalam hal empati,’’ ujarnya kepada Al Jazeera.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tetap kukuh dengan kebijakan perangnya. ’’Tidak ada yang akan menghentikan kami, tidak Den Haaq, poros-poros kejahatan atau yang lainnya’’. Kalimat itu dilontarkan Netanyahu beberapa jam menjelang 100 hari perang di Jalur Gaza. Yang dimaksud dengan poros kejahatan adalah kelompok-kelompok yang didukung Iran seperti Hamas, Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon.

Pidato Netanyahu itu juga sekaligus menegaskan bahwa dia tidak akan mematuhi Mahkamah Internasional (ICJ). Israel saat ini tengah digugat Afrika Selatan atas genosida. ICJ dapat memerintahkan Israel untuk menghentikan serangannya. Versi Netanyahu, klaim yang diajukan oleh Afsel adalah munafik. Dia justru mengklaim sebagai korban. Meski kenyataan di lapangan Israel tengah membantai penduduk Gaza.

Total sudah ada 23.968 penduduk Gaza yang tewas sejak 7 Oktober. Sebanyak 60.582 lainnya luka. Dalam 24 jam terakhir, 125 orang tewas dan 265 luka. Saat ini 1,9 juta penduduk Gaza menjadi pengungsi di dalam negeri. Itu artinya tiap 8 dari 10 penduduk saat ini tidak punya tempat tinggal.

Rata-rata 6 dari 10 tempat tinggal hancur total, itu setara dengan 359 unit rumah. Tentara Israel juga menangkap 5.875 warga Palestina di Tepi Barat selama 100 hari terakhir. Itu termasuk 355 anak-anak dan 200 wanita.

Netanyahu menekankan bahwa Israel tidak dapat menyelesaikan perang sampai mereka menutup Koridor Philadelphi. Itu adalah sebuah jalur sepanjang 14 kilometer yang berfungsi sebagai perbatasan antara Mesir dan Gaza. Tindakan itu akan memberi Israel kendali penuh atas Gaza.

Dalam pada itu, situasi di Laut Merah juga kian memanas setelah serangan kali kedua AS pada Jumat (12/1). Biden menegaskan bahwa dia sudah mengirimkan pesan pribadi pada Iran terkait kelompok Houthi di Yaman. Namun isinya masih dirahasiakan.

Terpisah, Mesir dan Tiongkok merilis pernyataan bersama tentang Laut Merah. Kedua negara memastikan terus memantau perkembangan di Laut Merah dengan fokus pada jaminan keselamatan dan keamanan navigasi. Mereka juga menyatakan keprihatinan atas perluasan konflik di wilayah tersebut. Yakni pentingnya bersatu menghentikan semua serangan di Gaza.(sha/bay/jpg)

Editor : RP Arif Oktafian
#100 hari perang gaza #gaza