MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Serangan besar-besaran telah terjadi di Gedung Konser Moskow yang juga merupakan serangan teror terburuk di Rusia dalam beberapa tahun terakhir.
Serangan teror ini menyebabkan 60 orang tewas dan 145 mengalami luka-luka. Serangan terjadi ketika orang bersenjata mengenakan seragam tempur melepaskan tembakan dan meledakan bahan peledak di gedung konser besar di pinggiran kota Moskow.
Dilansir dari laman The Guardian, dijelaskan bahwa juru bicara Komite Investigasi Rusia memberikan pernyataan terkait jumlah korban tewas mungkin bertambah dan masih terlalu dini untuk mengatakan apapun tentang nasib penyerang.
Serangan yang dipicu aksi terorisme ini mereka dipersenjatai dengan senapan serbu dan beberapa membawa rompi dengan berbagai amunisi. Dua penyerang membawa ransel yang isinya kemungkinan bom molotov.
Serangan teror ini juga mengakibatkan 5 anak termasuk di antara korban yang mana para penyerang juga diduga meledakkan bahan peledak. Pascakejadian ini hingga menjelang larut malam, pihak berwenang dari Rusia terus melancarkan perburuan massal terhadap orang-orang yang bersenjata dan andil dalam serangan tersebut.
Tidak hanya itu, bahkan mereka juga memperingatkan kepada seluruh penduduk Moskow dan sekitarnya untuk selalu waspada terkait tanda-tanda penyerang.
Dari lama tersebut, juga dijelaskan bahwa serangan teror ini memang sangat mengerikan karena ada beberapa orang yang meminta bantuan dari atap gedung konser yang terbakar di area belakang. Baca Juga: 5 Tips Membakar Lemak Selama Berpuasa di Bulan Ramadan ala Ade Rai
Hingga saat ini, Pemerintah Rusia tidak segera mengindentifikasi satupun orang yang tersangka dalam serangan tersebut.
Setelah kejadian ini, sudah ada 3 helikopter darurat telah dikerahkan untuk memadamkan api dan 30 menit setelahnya akhirnya api berhasil dipadamkan.
Salah satu orang saksi juga memberikan pernyataan bahwa dia hendak duduk di kursinya ketika dia mendengar beberapa ledakan senapan mesin dan banyak jeritan dari orang sekitar.
Selain itu, pada saat kejadian banyak orang orang yang panik untuk melarikan diri dan menyelamatkan nyawanya hingga ada yang berlari kencang menuju eskalator sambal berteriak minta tolong.
Terkait kejadian serangan teror ini, Wali Kota Moskow Sergel Sobyanin memberikan pernyataan bahwa pemerintah Moskow akan membatalkan semua acara budaya, olahraga, dan acara massal lainnya pada akhir pekan.Baca Juga: Ibu Muda di Pekanbaru Bunuh Diri, Keluarga Sebut Sedang Hamil
Hal ini dilakukan bertujuan untuk menunjang dan meningkatkan keamanan lingkungan sekitar Gedung Moskow.
Wali Kota Moskow juga menyatakan bahwa serangan teror ini sebagai tragedi besar karena sebanyak 70 ambulans dikerahkan menuju lokasi kejadian.
Namun, sebelum kejadian ini memang sudah diimbau dan diperingatkan oleh beberapa negara Barat yang dipimpin oleh AS terkait serangan teror dan meminta warga untuk tidak menghadiri pertemuan publik di Rusia.
Dalam serangan teror ini, ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Jumat malam yang telah diposting dalam telegram yang memberi klaim bahwa kelompok bersenjata berhasil melarikan diri setelahnya.Baca Juga: Matahari Buka Gerai Baru di AEON Deltamas, Hadirkan Konsep Gerai yang Berbeda
ISIS juga mengatakan bahwa para pejuangnya menyerang di pinggiran Moskow dengan membunuh dan melukai ratusan orang serta menyebabkan kerusakan besar di tempat sekitar kejadian.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan AS yang menjelaskan bahwa data intelijen yang mengkonfirmasi klaim ISIS sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penembangan dalam serangan teror tersebut.
Serangan di Moskow ini merupakan serangan yang paling mematikan terjadi di Rusia sejak pengepungan sekolah Beslam tahun 2004 yang menewaskan 334 orang, termasuk 186 anak-anak.
Editor : RP Edwar Yaman