Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Joe Biden Akui Benjamin Netanyahu Salah dan Serukan Gencatan Senjata, 7 Relawan WCK Dibunuh Tentara Israel di Gaza

Redaksi • Rabu, 10 April 2024 | 22:06 WIB

Joe Biden, Presiden AS.
Joe Biden, Presiden AS.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengungkapkan tindakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu salah dalam menangani situasi di Gaza, Palestina.

"Saya pikir apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan. Saya tidak setuju dengan pendekatannya," ujar Joe Biden kepada Univision, jaringan televisi berbahasa Spanyol yang berbasis di AS, dalam sebuah wawancara yang disiarkan Selasa malam, 9 April 2024 waktu setempat.

Joe Biden juga mengatakan tindakan Israel keterlaluan dengan menargetkan konvoi badan amal pangan AS, World Central Kitchen (WCK) di Gaza. Dimana, tujuh relawan tewas usai mobil mereka dirudal.

Dia menyerukan gencatan senjata setelah AS berkali-kali menolak hal itu dalam sidang PBB dengan menggunakan hak veto.

"Jadi yang saya serukan adalah Israel menyerukan gencatan senjata, memberikan waktu enam, delapan minggu ke depan, akses total terhadap semua makanan dan obat-obatan yang masuk ke negara itu," sebutnya.

Dia menambahkan bahwa negara-negara lain sudah siap untuk membantu juga agar gencatan senjata bisa terwujud. "Saya telah berbicara dengan semua orang mulai dari Saudi, Yordania, hingga Mesir. Mereka siap untuk menyalurkan makanan ini. Tidak ada alasan untuk tidak menyediakan kebutuhan medis dan makanan bagi orang-orang tersebut. Itu harus dilakukan sekarang," tegasnya.

Sementara itu, Koresponden Gedung Putih Al Jazeera Patty Culhane melaporkan bahwa wawancara tersebut dilakukan minggu lalu, tak lama setelah pekerja bantuan WCK terbunuh dalam serangan militer Israel.

Biden hanya ditanyai satu pertanyaan tentang Gaza, kata Culhane, jika "dia berpikir bahwa… Netanyahu lebih mementingkan kelangsungan politiknya daripada kepentingan Israel".

Masih harus dilihat apakah staf Biden kemudian menarik kembali pernyataannya mengenai gencatan senjata yang dia serukan, tambah Culhane.

Sementara tekanan internasional meningkat untuk gencatan senjata dalam perang enam bulan tersebut, tidak ada kemajuan dalam pembicaraan berminggu-minggu dengan para pejabat Israel dan Hamas serta mediator internasional-AS, Mesir dan Qatar.

Pejabat senior di pemerintahan AS sendiri terus membela dan mendukung genosida sambil mengirimkan senjata ke Israel. Padahal, kurang lebih 33.360 warga Palestina telah terbunuh di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.

Dalam kesaksiannya di depan Komite Angkatan Bersenjata Senat AS pada hari Selasa, Menteri Pertahanan Lloyd Austin sekali lagi dengan tegas menolak bahwa Israel melakukan genosida.

Padahal bukti nyata terjadi genosida di daerah kantong yang terkepung, di mana kelaparan telah terjadi, anak-anak meninggal karena kekurangan gizi dan pemerintah Israel terus memblokir konvoi bantuan kemanusiaan, sambil melakukan serangan di seluruh wilayah.

"Kami tidak memiliki bukti adanya genosida," katanya.

Pada konferensi pers bersama di Washington DC, bersama Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan wilayah kantong tersebut membutuhkan lebih banyak bantuan kemanusiaan.

Sehingga, belum diketahui seserius apa Joe Biden dengan pernyataannya kali ini soal seruan gencatan senjata, karena fakta di lapangan tentara AS masih menafikan adanya genosida di Gaza.

Sumber: Pojoksatu.id

Editor : RP Rinaldi
#benjamin netanyahu #joe biden #Gencatan Senjata di Gaza