FLORIDA (RIAUPOS.CO) - Pemungutan suara Pemilu AS sudah selesai dilaksanakan. Meskipun belum disahkan secara resmi, namun pertarungan antara Donald Trump dengan Kamala Harris dikabarkan dimenangkan Trump. Miliuner pemilik Trump Tower inipun melaksanakan pidato klaim kemenangan.
Ya, Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat menyampaikan pidato klaim kemenangannya dalam Pilpres AS 2024, di hadapan para pendukungnya di West Palm Beach, Florida, Rabu (6/11/2024).
Didampingi keluarganya, Trump mengucapkan terima kasih kepada rakyat Amerika dan menyebut ini kemenangan luar biasa bagi bangsa yang memungkinkannya kembali mewujudkan visi "Make America Great Again."
Baca Juga: Donald Trump Kembali Ditembak saat Berada di Lapangan Golf, Pilpres AS Memanas
Sebelumnya, Fox News telah memprediksikan Trump akan menang atas Kamala Harris dalam pemilihan yang penuh dinamika dan tantangan ini.
Sementara ini, Trump mengantongi 267 dari 270 electoral votes yang dibutuhkan untuk kursi kepresidenan di Gedung Putih. Jauh meninggalkan Harris 224.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua rakyat Amerika atas kehormatan luar biasa ini untuk menjadi presiden ke-47 dan ke-45 Anda," ucap Trump, sambil memuji gerakan "Make America Great Again" (MAGA) yang dia sebut sebagai gerakan politik terbaik sepanjang masa.
Baca Juga: Jika Kemala Harris Menang Pilpres, Donald Trump Sebut Israel Akan Kena Malapetaka dan Sengsara
Trump menyampaikan rasa terima kasih kepada anggota keluarganya serta tim kampanye yang telah mendukungnya.
Saat berbicara, seorang pendukung bertanya tentang Elon Musk, yang secara terang-terangan mendukung Trump dalam pemilu ini.
Menanggapi itu, Trump berkata, "Kita punya bintang baru; seorang bintang telah lahir: Elon."
Baca Juga: Swing State Jadi Penentu Pilpres AS
Ia menambahkan, "Dia orang yang luar biasa. Kami duduk bersama malam ini. Anda tahu, dia menghabiskan dua minggu di Philadelphia, di berbagai wilayah Pennsylvania, untuk berkampanye."
Trump juga menyoroti kondisi Amerika yang menurutnya membutuhkan bantuan yang sangat mendesak, dan menjanjikan perbaikan yang menyeluruh.
"Kita punya negara yang sangat memerlukan bantuan, dan saya akan memperbaiki segalanya," tegasnya seperti dilansir dari The Mirror.
Kemenangan ini disebutnya sebagai kemenangan politik yang jelas bagi rakyat Amerika.
Kemenangan ini mencatat sejarah baru, menjadikan Trump sebagai presiden kedua dalam sejarah AS yang menjabat dalam dua periode non-konsisten, setelah Grover Cleveland pada 1892.
Trump pertama kali memenangkan pemilu pada tahun 2016 dengan mengalahkan Hillary Clinton, namun kalah dari Joe Biden pada 2020.
Trump juga menyatakan bahwa rakyat Amerika telah memberikan mandat kuat bagi Partai Republik, yang tidak hanya memenangkan pemilu presiden, tetapi juga mengambil kembali kendali Senat.
Baca Juga: Pilpres AS Sebentar Lagi, Simak Prediksi Cara Dua Capres Atasi Konflik Gaza
"Ini adalah mandat yang kuat. Partai Republik telah merebut kembali kendali Senat dan kemungkinan besar akan mempertahankan mayoritas di DPR," ujarnya di hadapan pendukung yang bersorak.
Prediksi Fox News Decision Desk menunjukkan bahwa Partai Republik akan secara resmi menguasai Senat saat Kongres ke-119 disumpah pada 2025, mengakhiri kepemimpinan Ketua Senat dari Demokrat, Chuck Schumer, yang telah memimpin sejak 2021.
Baca Juga: Donald Trump Ubah Strategi Hadapi Kamala Harris, Bersaing Ketat Kumpulkan Donasi
Tahun ini, Partai Republik diuntungkan dengan peta politik yang memberikan peluang besar untuk merebut kursi Senat dari Demokrat.
Dalam pilpres ini, Trump berhasil meraih kemenangan di negara-negara bagian kunci seperti Florida, Carolina Utara, Pennsylvania, dan Georgia.
Hasil exit poll menunjukkan ketidakpuasan luas di kalangan pemilih, dengan tiga dari empat pemilih mengekspresikan pandangan negatif terhadap kondisi Amerika saat ini.
Hanya sekitar seperempat pemilih yang merasa antusias atau puas dengan keadaan negara, sementara lebih dari 40% mengungkapkan ketidakpuasan dan hampir 30% mengaku marah.
Meski terdapat ancaman bom dan masalah keamanan, jutaan pemilih Amerika tetap berbondong-bondong memberikan suara mereka dalam pemilu yang bersejarah ini.
Trump menegaskan bahwa kemenangan ini adalah awal dari apa yang dia sebut era keemasan bagi Amerika.
"Setiap hari, saya akan berjuang untuk Anda (rakyat Amerika), dengan setiap napas saya. Saya tidak akan berhenti sampai kita menghadirkan Amerika yang kuat, aman, dan makmur yang layak untuk anak-anak kita," janjinya.
Baca Juga: Pengamat Pasar Uang Sebut Rupiah Menguat Usai Biden Umumkan Tak Maju di Pilpres AS
Sementara itu, meski berbagai media telah memproyeksikan kemenangan Trump, hasil ini masih bersifat sementara. Proyeksi yang dilakukan oleh media baru perkiraan dan bukan hasil resmi.
Sesuai aturan, setiap hasil pemilu harus disertifikasi di masing-masing negara bagian sebelum akhirnya disahkan oleh Kongres pada 6 Januari 2025.
Sumber: The Mirror dikutip dari Padek.jawapos.com
Editor : RP Eka Gusmadi Putra