SEOUL (RIAUPOS.CO) - Pesawat Jeju Air yang mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan (Korsel), pada Ahad (29/12/2024), diduga karena roda pesawat yang tak berfungsi. Menyebabkan terjadi gesekan hingga pesawat terbakar di ujung landasan setibanya dari Bangkok, Thailand.
Mengutip The Guardian, kecelakaan pesawat Boeing 737-800 ini terjadi saat pesawat Jeju Air dari Bangkok yang membawa 181 penumpang dan awak, mencoba melakukan pendaratan darurat sekitar pukul 09.03 pagi waktu setempat setelah melaporkan masalah pada roda pendaratannya.
Dalam rekaman video yang beredar juga terlihat bahwa insiden kecelakaan Pesawat Jeju Air dari Bangkok ini terjadi lantaran roda pesawat yang tak berfungsi.
Akibatnya, gesekan aspal dan badan pesawat tak terhindarkan sehingga memicu kepulan asap yang tebal.
Hingga akhirnya membuat pesawat itu tak terkendali hingga menabrak pagar Bandara Muan yang terbuat dari beton dengan kecepatan tinggi.
Baca Juga: Militer Ukraina Disebut Badan Intelijen Korea Selatan Tangkap Tentara Korut yang Terluka
Bahkan kebakaran pun tak terhindarkan dan membuat seluruh bagian pesawat terlalap si jago merah. Hingga kini proses evakuasi masih terus berlangsung.
Menurut informasi terbaru, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia.
Hanya ada dua orang yang dinyatakan selamat, yakni seorang penumpang dan seorang awak pesawat.
Keduanya berhasil dievakuasi dari bagian ekor pesawat, adapun kini sedang dalam perawatan di rumah sakit terdekat. Meski begitu, soal jumlah korban tewas masih belum terkonfirmasi.
Jika nantinya pihak berwenang telah mengonfirmasi soal jumlah korban dalam kecelakaan Pesawat Jeju Air, insiden ini akan menjadi bencana penerbangan sipil domestik terburuk di Korea Selatan dan menandai insiden korban besar pertama yang melibatkan maskapai berbiaya rendah dalam sejarah negara itu.
Diberitakan sebelumnya, Pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Ahad (29/12/2024) sekitar pukul 09.03 pagi waktu setempat.
Mengutip The Guardian, pihak berwenang pemadam kebakaran telah mengidentifikasi 62 kematian akibat kecelakaan di bandara Muan, menurut kantor berita Yonhap dan News1.
Selain itu, para pejabat juga memperingatkan bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat karena mayat-mayat masih berada di dalam badan pesawat.
Sementara itu, dua orang yang selamat, terdiri dari satu penumpang dan satu awak pesawat yang saat ini sedang menerima perawatan di rumah sakit terdekat.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Eka Gusmadi Putra