Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Satu Tentara Perempuan Israel Ditukar dengan 50 Warga Palestina

Redaksi • Minggu, 19 Januari 2025 | 13:20 WIB
Asap mengepul dari ledakan akibat serangan udara Israel di atas bangunan di Jalur Gaza utara menyusul pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Kamis (16/1/2025). Gencatan senjata disepakat
Asap mengepul dari ledakan akibat serangan udara Israel di atas bangunan di Jalur Gaza utara menyusul pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Kamis (16/1/2025). Gencatan senjata disepakat

GAZA (RIAUPOS.CO) - Parlemen Israel telah memberikan persetujuan gencatan senjata akan diterapkan di Gaza mulai hari ini, Ahad (19/1) waktu setempat. Kesepakatan itu juga mencakup pertukaran tahanan dan sandera kedua pihak. Berdasar laporan dari Al Jazeera, Hamas telah mengumumkan mekanisme untuk pertukaran para tahanan. ’’Akan bergantung pada jumlah tahanan Palestina yang disetujui Israel untuk dibebaskan,” bunyi pernyataan dari kelompok tersebut.

Selain itu, Hamas menambahkan bahwa daftar nama tahanan Palestina yang akan dibebaskan diumumkan satu hari sebelum setiap sesi pertukaran berlangsung.

Diperkirakan, lebih dari 1.000 tahanan Palestina akan ditukar dengan 33 tahanan Israel dalam tahap pertama perjanjian gencatan senjata yang terdiri atas tiga tahap. Namun, perincian mengenai jumlah pasti tahanan yang akan dibebaskan belum jelas.

Gencatan senjata tersebut dimulai pada pukul 08.30 waktu setempat. Persetujuan itu dicapai setelah Pemerintah Israel menggelar pertemuan larut malam untuk membahas kesepakatan tersebut.

Militer Israel (IDF) menyatakan bahwa mereka akan melaksanakan prosedur operasional di lapangan sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui. ’’IDF bersiap untuk menerima para tawanan setelah mereka dibebaskan dari tahanan Hamas dan beroperasi untuk memberikan dukungan fisik dan psikologis yang sesuai dengan memperhatikan setiap detail secara saksama,” jelas pihak militer Israel dalam keterangan resmi.

Israel Tetap Menyerang

Meski gencatan senjata telah disetujui, serangan dari Israel terus berlangsung di Gaza. Pada Jumat (17/1) malam waktu setempat, serangan mematikan diluncurkan di sebuah kamp yang sebelumnya diklaim sebagai zona kemanusiaan Al Mawasi. Serangan itu mengakibatkan kematian lima anggota satu keluarga, termasuk perempuan dan anak-anak.

Analis Hassan Barari menyatakan, ’’Militer Israel diperkirakan melanjutkan serangan seperti itu hingga menit terakhir.” Menurut laporan dari Times of Israel, pada tahap pertama gencatan senjata, Israel diperkirakan membebaskan total 1.904 tahanan Palestina. Jumlah tersebut mencakup 737 tahanan yang dianggap teroris oleh militer Israel dan harus menjalani hukuman seumur hidup akibat pembunuhan.

Di antara tahanan tersebut, terdapat anggota Hamas, Jihad Islam Palestina, dan kelompok Fatah yang merupakan bagian dari Otoritas Palestina. Selain itu, ada perempuan dan anak-anak yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Israel juga akan membebaskan 1.167 warga Palestina yang ditahan di Jalur Gaza selama serangan darat IDF, yang tidak terlibat dalam aksi pada 7 Oktober 2023.

Pada hari ini (19/1), tiga sandera perempuan pertama dari daftar 33 kasus kemanusiaan –yang terdiri atas perempuan, anak-anak, orang tua, dan orang sakit– akan dibebaskan. Sementara itu, 30 sandera lainnya dibebaskan setiap Sabtu hingga kesepakatan tersebut berakhir dalam 42 hari ke depan.(dee/c7/oni/jpg)

Editor : Bayu Saputra
#palestina - israel #palestina #gaza