Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Perang Dagang AS: Tarif Impor 100 Persen Diberlakukan Donald Trump terhadap Produk Farmasi per 1 Oktober

Redaksi • Sabtu, 27 September 2025 | 09:06 WIB
Perang dagang kembali memanas, Presiden AS Donald Trump umumkan tarif impor baru terhadap produk farmasi, truk, dan furnitur.
Perang dagang kembali memanas, Presiden AS Donald Trump umumkan tarif impor baru terhadap produk farmasi, truk, dan furnitur.

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO)  - Rencana perang dagang paling keras diisyaratkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sejak pengumuman mengejutkan April lalu kepada hampir setiap mitra dagang AS di seluruh dunia.

Dilansir dari Al Jazeera, Trump  telah mengumumkan tarif impor baru yang tinggi pada produk farmasi, truk besar, serta perlengkapan dan furnitur renovasi rumah, Kamis (25/9/2025) malam waktu setempat. Sehingga, pengumuman terbaru itu menandai kebangkitan perang dagang presiden dari Partai Republik itu.

“Mulai 1 Oktober, kami akan mengenakan tarif 100 persen pada produk farmasi bermerek atau yang dipatenkan, kecuali jika perusahaan membangun pabrik manufaktur farmasi mereka di Amerika," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

 Baca Juga: Penertiban PETI di Sungai Kuantan: Puluhan Rakit di Pulau Bayur Lenyap, Hanya Tersisa Tiga Rakit, Pangean Lima Rakit

Dampaknya, saham perusahaan farmasi di seluruh Asia dengan eksposur besar ke pasar AS jatuh pada hari Jumat (26/9/2025), termasuk Samsung Biologics dari Korea Selatan.

Langkah Trump dikritik oleh Australia, sebab menurut Basis Data Comtrade Perserikatan Bangsa-Bangsa, Australia mengekspor produk farmasi senilai sekitar USD 1,3 miliar ke AS pada 2024,. Dalam postingan terpisah, Trump menulis tentang tarif 25 persen pada semua truk besar yang dibuat di wilayah lain untuk mendukung produsen AS seperti Peterbilt, Kenworth, Freightliner, Mack Trucks, dan lainnya.

Perusahaan asing yang bersaing dengan produsen-produsen ini di pasar AS antara lain Volvo dari Swedia dan Daimler dari Jerman. Saham kedua perusahaan tersebut merosot tajam dalam perdagangan setelah jam kerja di Eropa.

Trump mengatakan, tarif truk diberlakukan karena berbagai alasan, tetapi yang terpenting, demi tujuan keamanan nasional. Awal tahun ini, pemerintahan Trump meluncurkan penyelidikan yang disebut sebagai Pasal 232 terhadap impor truk untuk menentukan dampaknya terhadap keamanan nasional, yang menjadi landasan bagi pengumuman pada hari Kamis.

Pasal 232 adalah ketentuan hukum perdagangan yang memberikan presiden kewenangan luas untuk mengenakan tarif atau pembatasan lain pada impor apabila dianggap membahayakan keamanan nasional.

Trump juga mengatakan tarif sebesar 50 persen pada bahan renovasi rumah dan tarif sebesar 30 persen pada furnitur berlapis kain akan dikenakan. Karena ia mengklaim, bahwa produk tersebut membanjiri pasar AS dari luar negeri.

Menurut Komisi Perdagangan Internasional AS, pada tahun 2022, impor, terutama dari Asia, mewakili 60 persen dari semua furnitur yang dijual, termasuk 86 persen dari semua furnitur kayu dan 42 persen dari semua furnitur berlapis kain.

Saham pengecer perabotan rumah Wayfair dan Williams Sonoma, yang bergantung pada barang impor ini, anjlok dalam perdagangan setelah jam kerja.

Pemerintahan Trump telah mengenakan tarif dasar sebesar 10 persen pada semua negara, dengan tarif individual yang lebih tinggi pada negara-negara yang ekspornya ke AS jauh melebihi impor.

Trump juga telah menggunakan kekuasaan darurat untuk mengenakan tarif tambahan pada mitra perjanjian dagang Kanada dan Meksiko, serta pada Cina, dengan alasan kekhawatiran atas perdagangan fentanil dan migrasi tidak berdokumen. Belum jelas bagaimana tarif baru ini akan menjadi faktor dalam tindakan yang sudah ada. ***

 

Editor : Edwar Yaman
#tarif impor 100 persen #donald trump #perang dagang as #produk farmasi