Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penangkapan Nicolas Maduro Masih Dipertanyakan, Indonesia Serukan Perdamaian usai Serangan AS ke Venezuela

Redaksi • Minggu, 4 Januari 2026 | 07:39 WIB

 

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikabarkan telah ditangkap militer AS saat lancarkan serangan skala besar ke negara tersebut.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikabarkan telah ditangkap militer AS saat lancarkan serangan skala besar ke negara tersebut.
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Amerika (AS) Donald Trump mengklaim penangkapan terhadap Presiden Venezula Nicolas Maduro dalam sebuah serangan ke negara tersebut. Hal itu memicu ketegangan di Amerika Selatan  Pemerintah Indonesia pun angkat suara menyikapi eskalasi konflik di wilayah tersebut menyusul serangan berskala besar Amerika Serikat (AS) ke Venezuela.

Indonesia menegaskan pentingnya penyelesaian damai dan perlindungan warga sipil di tengah situasi yang kian memanas. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di media sosial X, pemerintah Indonesia menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog sebagai jalan keluar dari konflik.

“Indonesia mendorong semua pihak terkait untuk mengutamakan penyelesaian damai melalui langkah-langkah deeskalasi dan dialog,” demikian pernyataan Kemlu RI, Sabtu (3/1/2026).

 Baca Juga: Mikel Arteta Puji Declan Rice, Sebut Gelandang Arsenal Itu Salah Satu yang Terbaik di Dunia

Indonesia juga mengingatkan bahwa keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ketegangan dan aksi militer yang terjadi di Venezuela. Selain itu, pemerintah menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di saat yang sama, Kemlu RI memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dalam keadaan aman. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas disebut terus memantau perkembangan situasi secara intensif dan melakukan pengawasan aktif terhadap keselamatan seluruh WNI.

“Saat ini seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam kondisi aman,” ujar Kemlu RI.

 Baca Juga: Xabi Alonso Akui Tidak Tahu Kapan Mbappe Kembali Bermain Bersama Real Madrid

Situasi di Venezuela sendiri dilaporkan mencekam sejak Sabtu dini hari. Sejumlah media lokal memberitakan adanya ledakan dahsyat di beberapa wilayah, termasuk di ibu kota Caracas.

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal di sejumlah titik, disertai suara sirene serangan udara. Sedikitnya tujuh ledakan dilaporkan terjadi, sementara jet-jet tempur terlihat terbang rendah di atas wilayah perkotaan. Pemadaman listrik juga terjadi di beberapa kawasan Caracas, termasuk area selatan kota yang berdekatan dengan pangkalan militer utama.

Menanggapi serangan tersebut, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menyampaikan kecaman keras terhadap AS. Melalui unggahan di Telegram, ia menyatakan bahwa Republik Bolivarian Venezuela menolak dan mengutuk apa yang disebutnya sebagai agresi militer terbuka terhadap wilayah dan rakyat Venezuela.

Di tengah situasi yang belum menentu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pasukan khusus AS telah menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya dan menerbangkannya keluar dari Venezuela. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social.

Namun hingga kini, klaim penangkapan Presiden Maduro tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh pihak lain, sehingga kebenarannya masih menjadi tanda tanya di tengah simpang siur informasi.***

Editor : Edwar Yaman
#Penangkapan Nicolas Maduro #maduro #Maduro ditangkap #venezuela #as #pemerintah indonesia