Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dubes Iran Beri Penjelasan Ini Terkait Pengganti dan Penerus Pemimpin Agung setelah Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei

Redaksi • Senin, 2 Maret 2026 | 22:12 WIB

Ayatollah Seyyed Ali Khamenei semasa hidup.
Ayatollah Seyyed Ali Khamenei semasa hidup.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Iran berduka. Pemimpin agung mereka, Ayatollah Ali Khamenei meninggal akibat serangan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026) lalu. Namun, Pemerintahj Iran memastikan Republik Islam Iran tetap tegak berdiri.

Lalu, siapakah yang akan jadi pemimpin agung pengganti dan penerus Ali Khamenei? Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menjelaskan bahwa undang-undang di Iran telah mengatur mekanisme dan sistem pergantian pemimpin agung. Karena itu, sepeninggal Khamenei, pemerintahan Iran tetap berlangsung. Dia menyebut, mekanisme pergantian itu disiapkan untuk berbagai kondisi dan situasi.

”Berdasarkan undang-undang di Iran, apabila dikarenakan alasan apapun seorang pemimpin agung tidak ada, misalkan terbunuh, sakit, meninggal dunia, atau dikarenakan alasan apapun tidak aktif lagi sebagai pemimpin tertinggi, dan apabila pemimpin tersebut tidak memiliki wakil yang bekerja, maka berdasarkan undang-undang negara kami akan dibentuk sebuah dewan kepemimpinan,” ujar Mohammad Boroujerdi.

 Baca Juga: Hutan Mangrove Seluas 3,4 Hektare di Bantan Sari Dibabat, Masyarakat Khawatir Ancaman Abrasi

Dewan kepemimpinan itu bersifat sementara. Anggotanya terdiri atas presiden Republik Islam Iran, pemegang kekuasaan yudikatif Iran, dan dewan ahli dari Dewan Garda Penjaga Konstitusi. Mereka akan menjadi dewan kepemimpinan sementara sampai pemimpin agung Iran ditetapkan. Dalam pelaksanaan tugasnya, dewan kepemimpinan itu akan melakukan sidang untuk menentukan pemimpin agung Iran.

”Yang mana secara langsung dewan ini telah dipilih oleh masyarakat. Dewan ini akan mengadakan sidang atau pertemuan, kemudian melalui sebuah mekanisme yang terdefinisi akan menentukan pemimpin tertinggi yang berikutnya,” terang Boroujerdi.

Dia menegaskan, Iran adalah negara kuat dengan sejarah panjang. Iran tidak akan goyah oleh serangan Israel dan AS, meski pemimpin agung mereka telah wafat. Mekanisme dan sistem dalam undang-undang di Iran, lanjut dia, memungkinkan pergantian pemimpin agung sekaligus pemimpin tertinggi di Iran secara cepat dan tepat.

”Apabila terjadi ketidakaktifan atau dikarenakan alasan apapun seorang pejabat tinggi negara tidak ada, maka dengan mudah bisa digantikan oleh pejabat lain. Hal ini juga berlaku bagi pemimpin tertinggi Republik Islam Iran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Boroujerdi pun menegaskan bahwa Pemerintah Iran adalah pemerintahan yang terorganisir dengan baik. Karena itu, wafatnya Khamenei tidak lantas menghentikan langkah Iran. Dia menyatakan bahwa tindakan yang diambil Iran untuk merespons serangan Israel dan AS merupakan wujud pembelaan diri atas upaya agresi.***

 

Editor : Edwar Yaman
#iran #Mohammad Boroujerdi #Pemimpin Agung Iran #Dubes Iran untuk Indonesia #ali khamenei