Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jadi Korban Penculikan Tentara Israel dalam Misi Kemanusiaan Palestina, Jurnalis TV Tempo Sempat Unggah Video, Begini Isinya

Redaksi • Selasa, 19 Mei 2026 | 09:16 WIB
Ilustrasi kapal Global Sumud Flotilla dicegat Israel di Laut Mediterania. (Instagram)
Ilustrasi kapal Global Sumud Flotilla dicegat Israel di Laut Mediterania. (Instagram)

RIAUPOS.CO - Sedikitnya 9 warga negara Indonesia (WNI) dalam rombongan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026, mengalami intersepsi militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur, Senin (18/5/2026). 

Beberapa di antara 9 WNI tersebut merupakan jurnalis dari sejumlah media di tanah air. Salah satunya Andre Nugroho, yang merupakan jurnalis TV Tempo yang terpantau sempat menyampaikan pesan darurat lewat akun Instagram @tempodotco. 

Andre diduga merekam pesan itu sebelum dirinya mengalami intersepsi oleh tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

Baca Juga: Jika Dikonsumsi Berlebihan, 6 Makanan Ini Bisa Berdampak Merusak Ginjal Secara Perlahan 

“Saya Andre Nugroho warga Indonesia yang mengikuti Global Sumud Flotila, yakni menembus blokade Gaza. Apabila kawan-kawan melihat video ini, berarti tandanya saya sudah diintersep ataupun diculik oleh zionis Israel," kata Andre dalam unggahan pada video tersebut.

Andre juga meminta masyarakat Indonesia untuk membantu menyebarluaskan informasi terkait kondisi dirinya. Ia berharap, video tersebut dapat memberikan atensi khusus kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

“Saya meminta kawan-kawan untuk share video ini sebanyak-banyaknya seluas-luasnya agar dapat atensi dari Presiden kita Bapak Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Bapak Sugiono," tegasnya.

Baca Juga: Perputaran Uang Judol Sepanjang 2025 Capai Rp286 Triliun, Komdigi Blokir 3,45 Juta Situs Judi Online 

Andre menegaskan, misi Global Sumud Flotila dilakukan dalam rangka mendukung kemerdekaan rakyat Palestina. Oleh karena itu, ia menegaskan Indonesia sejatinya dapat secara tegas mendukung kemerdekaan Palestina.

"Saya meminta kepada para pemangku kebijakan ataupun warga semuanya agar selalu mendukung upaya-upaya kemerdekaan Palestina," pungkasnya.

Baca Juga: Lakukan 6 Kebiasaan Ini Saat Jantung Mendadak Berdebar karena Cemas Berlebihan

Termasuk Andre, sembilan WNI yang diduga diculik militer Israel adalah, Thoudy Badai (Jurnalis Republika), Hendro Prasetyo (Aktivis Kemanusiaan), Andre Nugroho (Jurnalis Tempo), Andi Angga (Aktivis Kemanusiaan), Ronggo Wirasanu (Aktivis Kemanusiaan), Herman Budianto (Aktivis Kemanusiaan), As'ad Aras (Aktivis Kemanusiaan), dan Rahendro Herubowo (Jurnalis GPCI), dan Bambang Nuroyono (Jurnalis Republika).

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam keras tindakan tersebut dan menuntut pembebasan segera bagi seluruh awak serta kapal yang ditahan di sekitar perairan Siprus.

Hingga saat ini, sedikitnya 10 kapal telah ditangkap tentara Israel, termasuk kapal Josef yang membawa delegasi Indonesia, termasuk Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Baca Juga: Ini Dia 8 Makanan Sehat yang Sangat Bermanfaat Bagi Sistem Saraf

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang mengatakan, Pemerintah Indonesia kini tengah berkoordinasi dengan KBRI di Ankara, Kairo, dan Amman guna menyiapkan langkah perlindungan dan percepatan pemulangan para relawan.

Dalam salah satu kapal, Josef, terdapat seorang WNI, Andi Angga Prasadewa, yang merupakan delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI)–Rumah Zakat.

Sementara itu, satu kapal lain yang membawa jurnalis Indonesia dari Republika, Bambang Noroyono, hingga kini belum dapat dihubungi.

Baca Juga: Direktur RSUD Bangkinang Sebut Anggaran Obat Hanya Cukup hingga Juli 2026

Kemlu menyebut situasi di lapangan masih dinamis dan terus berkembang. Pemerintah Indonesia juga mendesak agar seluruh kapal dan awak segera dibebaskan.

Kemlu menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah antisipatif, termasuk perlindungan dan kemungkinan pemulangan WNI.

Editor : M. Erizal
#Global Sumud Flotilla (GSF) #WNI diculik #intersepsi militer Israel