Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tembus 94 Dollar AS per Barel, Harga Minyak Dunia Kembali Naik Usai Iran Tutup Selat Hormuz

Redaksi • Kamis, 11 Juni 2026 | 09:12 WIB
Kapal melintasi Selat Hormuz, Iran. Harga minyak dunia, Kamis (11/6/2026) kembali naik setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan yang dilakukan oleh AS ke sejumlah wilayah Iran. (Al-Jazeera)
Kapal melintasi Selat Hormuz, Iran. Harga minyak dunia, Kamis (11/6/2026) kembali naik setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan yang dilakukan oleh AS ke sejumlah wilayah Iran. (Al-Jazeera)

 

RIAUPOS.CO - Pada perdagangan Kamis (11/6/2026), harga minyak dunia kembali melejit naik. Berdasarkan Investing harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sebesar 2,26 persen menjadi 92,06 Dollar AS per barel dan kontrak berjangka Brent naik sebesar 0,09 persen menjadi 94,90 Dollar AS per barel.

Melonjaknya harga minyak terjadi setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat ke sejumlah wilayah di Iran.

Komando militer gabungan Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz kini tertutup bagi kapal tanker minyak dan kapal komersial.

Baca Juga: Hari Ini, Kamis 11 Juni 2026, Harga Emas Antam Turun Rp 21 Ribu

Dilansir Reuters, pihak militer Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa kapal-kapal komersial masih terus melintas keluar-masuk selat tersebut, dan tidak ada kapal perang Amerika Serikat yang terkena serangan, meskipun media pemerintah Iran mengklaim adanya penargetan terhadap kapal Amerika Serikat di dekat perairan tersebut.

Serangan Amerika Serikat terhadap Iran dimulai pada Rabu memicu kekhawatiran akan pecahnya perang skala penuh setelah gencatan senjata yang disepakati awal April lalu.

Sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026 lalu, cadangan minyak mentah Amerika Serikat telah berkurang sebanyak 79 juta barel karena negara produsen terbesar di dunia ini berupaya mengisi kesenjangan pasokan akibat blokade di jalur energi vital tersebut.

Baca Juga: Kurang Minum Air Berdampak Buruk bagi Kesehatan, Simak 11 Tanda Dehidrasi 

Berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA) minyak mentah Amerika Serikat dilaporkan turun drastis sebesar 7,2 juta barel.

Editor : M. Erizal
#Selat Hormuz ditutup Iran #harga minyak naik #harga minyak dunia