Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

AS Serang Pembangkit Listrik, Iran Gempur Pangkalan Militer

Tim Redaksi • Jumat, 10 Juli 2026 | 09:56 WIB
This screen grab taken from video footage shared by the US Military Central Command on social media platform X and made available via AFPTV on July 9, 2026 shows a fresh round of strikes against Iran. Iran
This screen grab taken from video footage shared by the US Military Central Command on social media platform X and made available via AFPTV on July 9, 2026 shows a fresh round of strikes against Iran. Iran's foreign ministry denounced US strikes against the country on July 9, which it said targeted civilian infrastructure including railway bridges, as a "gross war crime". (Photo by AFPTV / AFP) / - Israel OUT / Israel OUT / NO Access Israel Media/Persian Language TV Stations Outside Iran / Strictly No Access BBC Persian / VOA Persian/Manoto TV / Iran International / / Radio Farda -- / Attention editors: AFP covers the war in the Middle East through its extensive regional network, including bureaus in Tehran, Jerusalem, and several neighboring countries. Since the start of the conflict, journalists have been working under increasingly restrictive conditions. Authorities in several countries have limited reporters' movements, photo and live video coverage from sensitive locations. Some governments and armed groups have banned images of missile or drone strikes and other security-related sites. RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / US Military Central Command via AFPTV" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS /
 

 
TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas hanya beberapa pekan setelah kedua negara menyepakati penghentian sementara permusuhan. Militer Amerika melancarkan serangan ke sejumlah wilayah strategis Iran setelah Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata telah berakhir.

Serangan yang berlangsung pada Rabu (9/7) malam waktu setempat menyasar kota pelabuhan Bandar Abbas di Selat Hormuz, Sirik, Provinsi Bushehr yang menjadi lokasi kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir Iran, serta Pulau Abu Musa. Komando Pusat Militer Amerika (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut dilakukan atas perintah langsung Trump.

Menurut CENTCOM, serangan bertujuan melemahkan kemampuan Iran mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Langkah itu diambil setelah tiga kapal kargo diserang di jalur pelayaran tersebut sehari sebelumnya, memicu bentrokan terbesar sejak nota kesepahaman penghentian perang diteken pada 17 Juni lalu.

Baca Juga: Menolak Paranoid Pengadil Argentina

Trump menegaskan operasi militer itu merupakan aksi balasan terhadap serangan Iran. “Ini adalah pembalasan atas pengeboman kapal-kapal kemarin oleh Iran. Jika itu terjadi lagi, konsekuensinya akan jauh lebih buruk,” tulisnya melalui Truth Social.

Iran merespons dengan melancarkan serangan ke pangkalan militer Amerika di Bahrain dan Kuwait sejak Rabu hingga Kamis (10/7). Sirene peringatan berbunyi sedikitnya dua kali di Bahrain yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika. Militer Kuwait juga mengaku mencegat sejumlah drone dan rudal yang mengarah ke wilayahnya. (lyn/gas/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#Konflik AS-Iran #iran #serangan militer #amerika serikat #donald trump