Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Iran Serentak Bombardir Enam Negara

Tim Redaksi • Senin, 13 Juli 2026 | 09:59 WIB
Kapal kargo berlabuh di dekat Selat Hormuz lepas pantai timur Uni Emirat Arab, Khor Fakkan, Ahad (12/7/2026). Iran mengumumkan akan menutup Selat Hormuz dan meluncurkan rudal serta drone ke negara-negara di Teluk Persia. (AFP)
Kapal kargo berlabuh di dekat Selat Hormuz lepas pantai timur Uni Emirat Arab, Khor Fakkan, Ahad (12/7/2026). Iran mengumumkan akan menutup Selat Hormuz dan meluncurkan rudal serta drone ke negara-negara di Teluk Persia. (AFP)

 

TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Iran kembali meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas militer Ame­rika Serikat (AS) di sekitar Teluk Persia. Serangan ke beberapa negara yang dilancarkan dalam waktu hampir bersamaan itu disebut Iran sebagai balasan atas gempuran Negeri Paman Sam.

Mengutip laporan AFP, Ahad (12/7), ledakan terdengar di Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain. Sementara itu, berdasarkan klaim IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) melalui tayangan resminya, mereka melancarkan serangan ke enam negara, yakni UEA, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Jordania, dan Qatar.

“Anda telah diperingatkan. Tidak ada lagi alasan. Kami harus menyerang,” kata salah seorang petinggi IRGC. Dalam pernyataan resmi IRGC yang disiarkan IRIB sebagaimana dikutip Al Jazeera,  salah satu sasaran mereka adalah landasan udara AS di Jordania. 

Baca Juga: Selat Hormuz Jadi Sorotan Eropa, Inilah Skema Baru agar Kapal Tetap Aman tanpa Bayar Tol Wajib

Mereka menyebutkan, lokasi tersebut merupakan hanggar yang menampung drone MQ-9. Rudal balistik Iran berhasil menghantam pusat komando dan kendali di pangkalan militer tersebut.

Di antara pemantik sera­ngan pihak Iran itu adalah AS yang terus mendesak kapal tanker untuk melewati Selat Hormuz. Padahal, Iran menyatakan, telah menutup selat yang penting bagi distribusi minyak dunia tersebut. Selain itu, Teheran juga mengklaim militer Washington DC menyerang fasilitas telekomunikasi di pesisir selatan mereka.

IRGC menuturkan, rentetan serangan yang mereka lakukan itu baru permulaan. Iran bersiap melancarkan rangkaian serangan kembali. “Agresi berkelanjutan dari AS akan menyebabkan respons yang lebih keras (dari Iran),” kata perwakilan IRGC.

Baca Juga: AS Serang Pembangkit Listrik, Iran Gempur Pangkalan Militer

Peringatan Keras

Rentetan serangan Teheran itu dimulai sejak Kamis (9/7) lalu. Serangan tersebut diikuti peringatan Iran kepada AS agar tidak melakukan serangan lagi ke wilayahnya. Jika AS masih melakukan serangan, Iran bakal menyerang seluruh fasilitas AS yang ada di kawasan Teluk.

Ternyata, peringatan keras dari Iran itu tidak ditanggapi oleh AS. Menurut laporan CNN, AS kembali melakukan serangan ke Iran kemarin (12/7). Pihak AS beralasan bahwa Iran sudah menyerang atau menembaki kapal yang melewati Selat Hormuz.

Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan menyebut, serangan terbaru mereka diluncurkan Ahad (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 dini hari waktu Teheran. Serangan itu disebut diluncurkan atas arahan Presiden Donald Trump.

Serangan tersebut diluncurkan setelah IRGC secara terang-terangan menyerang sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz. “Amerika Serikat menyebabkan kerugian besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz,” kata CENTCOM.

Baca Juga: Menolak Paranoid Pengadil Argentina

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, bahwa Iran membuat pilihan yang buruk. “Sekarang mereka membayar akibatnya,” katanya.(wan/ttg/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#teluk persi #iran #amerika serikat