KAMPARKIRI (RIAUPOS.CO) - Tingginya curah hujan, membuat Sungai Subayang meluap hingga mengakibatkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Kamparkiri Hulu dan Kamparkiri, Kabupaten Kampar, Rabu (3/1/2024).
Salah seorang warga Tanjung Belit Yanuar menjelaskan, air Sungai Subayang meluap karena curah hujan yang tinggi, mengakibat banjir di Desa Tanjung Belit Kecamatan Kamparkiri Hulu. Banjir sudah merendam sekitar 15 rumah warga.
"Tetapi sekarang sudah surut. Mudah-mudahan tak hujan lagi supaya air Sungai Subayang tidak naik lagi," harapnya.
Meluapnya Sungai Subayang membuat banjir di Desa Kuntu Kecamatan Kamparkiri. Banjir sudah sampai ke rumah warga.
Untuk memastikan kondisi masyarakat di Wilayah Hukum Kampar Kiri tersebut, Kapolsek Kampar Kiri Kompol Mhd Daud, beserta Panit I Sabhara Polsek Kampar Kiri, Ipda Nurman Efendi, PS Panit Opsnal Intelkam Polsek Kampar kiri, Bripka Maulana Asdedi Putra, PS Panityanmin, Intelkam Polsek Kampar Kiri, Bripka Zaidanur dan Bhabinkamtibmas Desa Gema Aiptu Afrizal Ja'far melakukan monitoring Situasi dan kondisi Debit air Sungai Subayang, Kecamatan Kampar Kiri Hulu tepatnya di Desa Padang Sawah.
"Debit air Sungai ungai Subayang mulai meluap dari pagi menjelang siang dikarenakan curah hujan yang tinggi di bagian hulu Sungai Subayang mulai dari malam menjelang pagi terus diguyur hujan lebat," tutur Kapolsek.
Adapun update laporan banjir di wilayah hukum Polsek Kampar kiri, sebagai berikut Desa Gema Kecamatan Kamparkiri hulu, dengan jumlah korban meninggal tidak ada, korban hilang juga tidak ada.
"Sementara berdasarkan pantauan, tercatat ada 20 KK, dengan 30 orang. yang terdampak banjir, untuk rumah terendam, alhamdulillah tidak ada. Selanjutnya Desa Batu Sanggan Kecamatan Kampar kiri hulu, tidak ada yang menjadi korban dampak banjir, namun fasilitas pendidikan seperti SMP Batu Songgan tergenang air," tambahnya.
Berikut Desa Sungai Liti, tercatat ada 3 KK yang terdampak banjir dengan jumlah 14 orang. Selain itu untuk akses Jalan Lipat Kain - Gema tepatnya di Desa Sungai Liti di genangi air 30 cm - 60 cm dan tidak bisa di lewati kendaraan Roda dua dan kendaraan roda empat.
"Untuk Desa Padang Sawah, terpantau 180 KK yang terdampak banjir dengan jumlah 601 orang penduduk. Sementara akses jalan Lipat Kain - Gema tepatnya di Desa Padang Sawah di genangi air 30 cm - 60 cm juga tidak bisa di lewati kendaraan Roda 2 dan kendaraan Roda 4," ungkapnya.
Kondisi terkini di Desa Kuntu, 756 KK yang berjumlah 900 orang terdampak banjir, dengan akses jalan sama, tidak bisa dilewati kendaraan roda 2 maupun roda 4.
"Untuk bantuan yang diperlukan masyarakat di setiap desa yaitu, obat - obatan, air bersih, bahan pokok makanan, dan pakaian," tutupnya.
Laporan: Kamaruddin (Bangkinang)
Editor : RP Eka Gusmadi Putra