BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Sebanyak 18 murid kelas 1A SDN 002 Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, terpaksa belajar di bekas toilet karena keterbatasan ruang belajar.
"Sudah hampir lima tahun dipakai untuk proses belajar. Ruang yang dijadikan tempat belajar ini, dulunya tempat toilet anak. Karena toiletnya tidak terpakai dirombak jadi gudang tempat kursi dan meja yang tidak terpakai," ungkap Plt Kepala SDN 002 Desa Tanjung Apriwaldi.
Apriwaldi menambahkan, karena kekurangan ruang belajar akhirnya toilet yang dirombak jadi gudang dijadikan untuk ruang belajar. Memang kekurangan dua ruang belajar lagi.
"Kemarin 3 Juni waktu perpisahan murid kelas VI, komite sekolah sudah menyampaikan kepada Pak Camat dan Pak Kades tentang kondisi sekolah yang kekurangan ruang belajar ini," jelas Apriwaldi.
Editor : RP Rinaldi