BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Hearing Komisi I DPRD Kabupaten Kampar dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Kabupaten Kampar di ruang rapat Komisi I DPRD Kampar berjalan panas, Senin (17/5/2025).
Pemicnya, karena keluarga korban kebakaran menuding personel Damkar terlambat datang ke lokasi kebakaran. Personel Damkar yang hadir saat hearing tidak terima mereka dikatakan terlambat datang ke lokasi kebakaran. Karena malam kejadian mereka pas piket dan langsung turun ke lokasi kejadian kebakaran di Jalan A Yani Kota Bangkinang.
Kepala Dinas Pemadam dan Keselamatan Henri Dunan menjelaskan, penanganan kebakaran di salah satu rumah warga di Jalan A Yani Kota Bangkinang sudah sesuai SOP. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran diturunkan.
Baca Juga: Penutupan Jembatan Sungai Rokan Ujung Batu, Alat Berat Disiagakan di Ruas Jalan Alternatif Ini
‘’Mobil pemadam turun ke lokasi kebakaran karena ada warga yang memberitahukan langsung ke pos induk Damkar. Personel langsung turun ke TKP untuk memadamkan api,’’ jelas Henri Dunan.
Henri Dunan juga menjelaskan, tentang kapasitas mobil Damkar yang hanya sekali semprot air sekitar 10 menit habis. Dan ini harus bergantian diisi ulang dan memakan waktu. Sementara kondisi api yang membakar rumah korban sudah 30 persen sampai 40 persen.
Sementara itu, perwakilan keluarga korban kebakaran Beny yang hadir saat hearing menjelaskan, mempertanyakan kinerja pihak Damkar. Karena baru 10 menit kran mobil Damkar dihidupkan airnya langsung habis.
Baca Juga: Karyawannya Terjerat Narkoba, PT Haleyora Power Dukung Penegakan Hukum terhadap Pelaku Narkotika
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kampar Ristanto mengungkapkan, dari kejadian kebakaran di Bangkinang Kota pada Sabtu (17/5/2025) malam hari sengaja berkumpul dengan petugas Damkar untuk mendengarkan klarifikasi dari pihak Damkar terkait juga permasalahan dan evaluasi ke depan. Karena dalam hearing terungkap empat mobil Damkar rusak dan tidak adanya air di lokasi. Jadi terpaksa mengambil air di tuga ikan dan di PDAM.
‘’Terkait empat mobil Damkar yang rusak, perlu dilakukan perbaikan dan evaluasi untuk lebih cepat penanganan setiap kejadian kebakaran,’’ jelas Ristanto usai hearing.
Ristanto menambahkan, belum ada hidran untuk membantu suplai air dan membantu pihak Damkar apabila terjadi kebakaran di Kota Bangkinang ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Hidran banyak yang tidak berfungsi termasuk di perkantoran ini menjadi PR semua pihak.
Baca Juga: Bacok Sopir Truk, Dua Warga Kemuning Inhil Masih Diburu Polisi, Ini Tampangnya
Hearing ini dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kampar dihadiri Sekretaris Komisi I Min Amir Habib Efendi Pakpahan, anggota Komisi I Henry Domo, Irwan Saputra, dan Raja Ferza Fahlevi.(kom)
Editor : Edwar Yaman