KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kampar. Kali ini, api melahap lahan masyarakat di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, sejak Sabtu (16/8/2025) siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar Agustar melalui Kepala TRC Pusdalops PB Kampar Adi Candra Lukita menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan mineral gambut dengan vegetasi berupa kebun sawit dan semak belukar. Jenis kebakaran teridentifikasi sebagai surface fire dan ground fire. Yaitu api membakar di atas permukaan hingga menjalar ke bawah tanah.
“Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare. Sebelumnya (H1) sudah terbakar 2 hektare, lalu pada hari kedua (H2) bertambah 1 hektare,” kata Adi Candra, Ahad (17/8/2025).
Baca Juga: Upacara Berjalan Khidmat, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto Ajak Semua Elemen Maknai Tema HUT RI
Proses pemadaman bukan tanpa hambatan. Adi Candra menjelaskan, Tim gabungan menghadapi kesulitan akibat tidak tersedianya sumber air, kondisi lahan perbukitan, serta angin kencang yang membuat api cepat meluas.
"Satgas TRC Pusdalops BPBD Kampar bersama masyarakat berhasil melakukan pemadaman manual di lokasi. Hingga Minggu sore, api sudah ah padam namun masih tampak asap tipis," jelas Adi Candra.
Hot Spot dan Peringatan BMKG
Adi Candra menjelaskan, selain kebakaran di Salo Timur, satelit NASA-SNPP juga mendeteksi satu titik panas (hot spot) pada Ahad dini hari (17/8) pukul 02.19 WIB di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, dengan tingkat kepercayaan medium.
Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kampar, termasuk Kecamatan Salo.
BPBD Kampar mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat cuaca panas dan angin kencang.
“Segera laporkan jika melihat adanya titik api agar bisa ditangani sejak dini,” ujar Adi Candra.(kom)
Editor : Edwar Yaman