KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Kampar, Riau, terpaksa menghentikan total operasional turbinnya.
Penghentian ini telah berlangsung hampir satu pekan akibat penurunan ekstrem pada tinggi permukaan air waduk yang kini menyentuh batas operasional terendah atau Low Water Level (LWL).
Manajer Unit Layanan PLTA (ULPLTA) Koto Panjang, Dhani Irwansyah membenarkan kondisi kritis ini. Menurut Dhani, seluruh turbin resmi dimatikan sejak hari Selasa, 4 November 2025.
"Sampai saat ini turbin masih dihentikan operasinya, sudah hampir satu pekan," ujar Dhani, Selasa (11/11/2025).
Ia menjelaskan, keputusan sulit ini diambil karena elevasi air waduk telah mencapai batas LWL yang ditetapkan, yaitu 73,50 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ironisnya, setelah turbin dimatikan, permukaan air justru terus menunjukkan tren penurunan.
Dhani menambahkan, pengoperasian turbin baru dapat dilakukan kembali apabila kondisi air membaik dan elevasi waduk kembali naik, minimal kembali ke level ambang batas operasional 73,50 mdpl.
"Kita sangat berharap hujan segera turun di wilayah catchment area (tangkapan air) agar permukaan air naik dan PLTA dapat kembali beroperasi normal untuk menyuplai kebutuhan listrik," tutupnya, menggarisbawahi pentingnya kondisi cuaca saat ini.(kom)
Editor : M. Erizal