KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Massa dari Aliansi Pemuda Mahasiswa Bersatu Riau (APMBR) menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Selasa (11/11).
Dalam aksinya, mereka mendesak Bupati Kampar Ahmad Yuzar untuk bersikap transparan terkait pengadaan mobil dinas serta menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat.
Koordinator APMBR Muhammad Arsya menegaskan, kebijakan pengadaan mobil dinas tersebut tidak sejalan dengan prinsip transparansi anggaran, efisiensi, dan prioritas pelayanan publik.
“Tuntutan pertama kami adalah transparansi dalam pengadaan mobil dinas (mobdin) Bupati Kampar,” tegas Arsya dalam orasinya.
Selain itu, APMBR juga menilai pembangunan di Kabupaten Kampar tidak berjalan sesuai program dan janji yang pernah disampaikan bupati. Karena itu, mereka menuntut agar Bupati Ahmad Yuzar menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Kampar.
Massa aksi juga mendesak DPRD Kampar agar menjalankan fungsi pengawasannya dengan membentuk panitia khusus (pansus) untuk menelusuri proses pengadaan mobil dinas tersebut.
APMBR memberikan ultimatum 7x24 jam kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar untuk menindaklanjuti tuntutan mereka. “Jika tidak ada respons, kami akan kembali turun ke jalan untuk aksi lanjutan,” ancamnya.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kampar Hamdanis yang menemui massa menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi secara tertib.
“Terhadap hasil tuntutan dari massa APMBR, tentunya akan dirumuskan dan diteruskan kepada pimpinan,” ujar Hamdanis.(gem)
Laporan KAMARUDDIN, Bangkinang