TAPUNG HULU (RIAUPOS.CO) -- Warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, digemparkan oleh penemuan seorang pria yang tewas di dalam toilet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Jumat malam (14/11/2025). Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana.
Korban diketahui bernama Rianto MS (37), warga Desa Kusau Makmur, Kecamatan Tapung Hulu. Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S, melalui Kapolsek Tapung Hulu Iptu Riko Rizki Masri, membenarkan adanya temuan mayat tersebut.
"Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam toilet SPBU Sumber Sari. Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar Iptu Riko, Sabtu (15/11/2025).
Peristiwa ini bermula ketika korban berencana mandi di fasilitas toilet SPBU karena air di rumahnya sedang tidak mengalir sepulangnya dari memanen sawit. Sekitar pukul 18.00 WIB, korban meminta istrinya menyiapkan pakaian mandi dan kemudian berangkat menuju SPBU.
Sementara itu, istri dan anaknya pergi menghadiri kegiatan ibadah. Setelah selesai, sekitar pukul 22.00 WIB, istri korban kembali ke rumah dan mendapati suaminya belum pulang. Merasa khawatir, ia langsung mendatangi pos keamanan SPBU Sumber Sari.
"Pada sekitar pukul 22.30 WIB, istri korban menemui sekuriti SPBU dan menyampaikan bahwa suaminya belum pulang sejak mandi sore," jelas Riko.
Petugas keamanan bersama warga kemudian melakukan pengecekan kearea toilet. Mereka menemukan salah satu bilik terkunci dari dalam. Setelah beberapa kali dipanggil namun tidak ada respons, pintu toilet akhirnya didobrak.
Saat pintu terbuka, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, duduk bersandar pada pintu, dan tanpa mengenakan pakaian. Kondisi tubuh korban sudah kaku.
Tim piket Reskrim yang datang ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di dalam bilik ditemukan celana luar dan celana dalam korban yang tergantung, perlengkapan mandi, serta keran air yang masih mengalir.
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sukaramai. Dari hasil pemeriksaan luar, petugas medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Editor : Rinaldi