Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Curah Hujan Tinggi, Sungai Akar Meluap dan Banjiri Desa Silam, 25 KK Terdampak

Kamaruddin • Rabu, 10 Desember 2025 | 15:09 WIB
Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Kalaksa BPBD meninjau banjir di Desa Silam, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Rabu (10/12/2025).
Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Kalaksa BPBD meninjau banjir di Desa Silam, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Rabu (10/12/2025).

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Kuok membuat debit air Anak Sungai Akar di Desa Silam, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, meningkat hingga meluap, Rabu (10/12/2025). Akibatnya, banjir menggenangi permukiman warga dan menyebabkan puluhan rumah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan bersama Bupati Kampar Ahmad Yuzar langsung turun meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Silam.

Usai peninjauan, Azwan menjelaskan bahwa pemerintah daerah sudah mengambil langkah cepat untuk membantu masyarakat. "Bupati langsung memimpin penanganan di lokasi. Kami sudah menyiapkan peralatan evakuasi, termasuk perahu dan kendaraan. Beberapa warga lanjut usia juga sudah dievakuasi ke tempat yang aman," ujarnya.

Menurut Azwan, ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar 70 centimeter, dan sebagian rumah warga yang tidak bertiang ikut terendam.

"Sekitar 25 kepala keluarga terdampak. Air masuk ke rumah yang lantainya rendah, dengan ketinggian genangan sekitar 50 sentimeter," jelasnya.

Untuk akses jalan, Azwan menegaskan bahwa jalur utama masih aman dilalui. "Jalan yang terendam itu di bantaran sungai, bukan jalan utama. Akses penghubung ke Rohul masih aman," katanya.

Sebagai langkah awal, BPBD Kampar juga telah menyalurkan bantuan logistik. "Kami sudah memberikan makanan siap saji dan beras untuk warga terdampak. Pemerintah hadir membantu masyarakat," tambahnya.

Azwan menyebutkan bahwa banjir di wilayah tersebut memang kerap terjadi setiap tahun, terutama ketika curah hujan tinggi menyebabkan Anak Sungai Akar meluap.

Terkait status kedaruratan, pemerintah Kabupaten Kampar telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana hingga 31 Januari 2026.

Sementara itu, BPBD Kampar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. "Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta berhati-hati. Jangan biarkan anak-anak bermain di sungai karena kita tidak tahu potensi banjir bandang," pesan Azwan.

Ia juga mengingatkan adanya potensi longsor akibat cuaca ekstrem. "Jika tidak ada kebutuhan mendesak, sebaiknya menunda aktivitas berlibur ke daerah rawan longsor," tutupnya.



Editor : Rinaldi
#bpbd kampar #curah hujan tinggi #sungai meluap