BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari terakhir di wilayah hulu Waduk PLTA Koto Panjang menyebabkan elevasi permukaan air waduk mengalami kenaikan. Hingga Sabtu (27/12/2025), elevasi waduk tercatat berada di posisi 77,97 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa meningkatnya curah hujan di daerah hulu berpengaruh langsung terhadap debit air yang masuk ke waduk. Pada kondisi saat ini, debit air masuk (inflow) tercatat sebesar 167,35 meter kubik per detik (m³/s), dengan debit air keluar (outflow) melalui turbin berada pada angka yang sama, yakni 167,35 m³/s.
Berdasarkan data pemantauan pada Jumat (26/12/2025), elevasi waduk sempat berada di level 77,98 MDPL. Pada saat itu, outflow turbin tercatat sebesar 171,71 m³/s, sementara inflow waduk juga berada pada angka 171,71 m³/s.
“Sebelumnya, pada Jumat (26/12/2025) pukul 07.00 WIB, elevasi waduk tercatat di angka 77,96 MDPL. Saat itu, outflow turbin mencapai 323,73 m³/s, sedangkan inflow waduk sebesar 506,48 m³/s,” ujar Dhani.
Ia juga menambahkan, pada Kamis (25/12/2025) pukul 13.00 WIB, elevasi Waduk PLTA Koto Panjang berada di posisi 77,86 MDPL, dengan outflow turbin sebesar 184,93 m³/s dan inflow waduk mencapai 550,43 m³/s.
Kemudian, pada hari yang sama pukul 19.00 WIB, elevasi waduk kembali meningkat menjadi 77,91 MDPL. Pada jam tersebut, outflow turbin tercatat sebesar 333,04 m³/s, sementara inflow waduk juga berada di angka yang sama, yakni 333,04 m³/s.
Pihak pengelola PLTA Koto Panjang terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi elevasi waduk serta debit air masuk dan keluar.
Langkah ini dilakukan guna memastikan operasional pembangkit listrik tetap aman serta mengantisipasi potensi dampak bagi wilayah hilir apabila intensitas hujan tinggi terus berlanjut.(kom)
Editor : Edwar Yaman