BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Dua pintu pelimpahan (spillway gate) Waduk PLTA Koto Panjang telah dibuka 50 sentimeter (cm) sejak Selasa (30/12). Hal ini akan berdampak meningkatnya debit air Sungai Kampar dan berpotensi menyebabkan banjir jika intensitas hujan meningkat. Pantauan pun dilakukan selama 24 jam.
Rabu (31/12), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kampar melakukan patroli dan pemantauan debit air di sepanjang aliran Sungai Kampar. Kegiatan patroli dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan lima speed boat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sebelum patroli, rombonganterlebih dahulu melakukan persiapan di Pos Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bencana Kampung Gadang, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Kampar H Ahmad Yuzar.
Hadir juga Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S, Dandim 0313/KPR Letkol Czi Satriady Prabowo, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar Ardi Mardiansyah, Wakapolres Kampar Kompol Rizky Hidayat, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kampar Azwan, Kadis Kominfo Kampar Lukmansyah Bafoe, dan para pejabat utama Polres Kampar.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan, spillway gate waduk dibuka, Pemkab Kampar langsung melakukan peninjauan ke sejumlah permukiman warga yang berada di sepanjang aliran Sungai Kampar, khususnya wilayah dengan elevasi terendah.
“Berdasarkan hasil peninjauan sementara, kondisi debit air Sungai Kampar masih dalam keadaan aman. Namun masyarakat tetap kami imbau untuk selalu waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air seiring meningkatnya volume air yang dilepas dari PLTA Koto Panjang,” ujarnya, Rabu (31/12).
‘’Pemkab Kampar bersama forkopimda dan BPBD terus bersiaga selama 24 jam. Selain itu, posko utama penanganan bencana banjir telah disiapkan guna memberikan pelayanan dan bantuan cepat kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat,’’ tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S menjelaskan, patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi banjir sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Kampar merasa aman dan terlindungi. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir serta mematuhi arahan dari pihak terkait,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, kegiatan patroli ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana. Patroli monitoring debit air berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali.(kom)
Editor : Bayu Saputra