KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Sudah hampir dua pekan dua pintu pelimpahan (spillway) Waduk PLTA Koto Panjang dibuka setinggi 50 centimeter (cm).
Dua pintu spillway tersebut dibuka sejak Selasa (30/12/2025). Hingga Kamis (8/1/2026) pukul 19.00 WIB, elevasi waduk tercatat berada pada posisi 80,42 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa pada Kamis malam pukul 19.00 WIB, debit air keluar (outflow) melalui turbin mencapai 335,45 meter kubik per detik (m³/s).
Sementara outflow dari dua spillway yang masing-masing dibuka 50 sentimeter tercatat sebesar 137,6 m³/s. Dengan inflow waduk mencapai 1.088,19 m³/s, total outflow berada di angka 473,05 m³/s.
Sebelumnya, pada Kamis (8/1/2026) pukul 13.00 WIB, elevasi waduk berada di posisi 80,28 mdpl. Saat itu, outflow turbin tercatat 333,73 m³/s, outflow spillway 137,6 m³/s, dan inflow waduk 1.088,47 m³/s, dengan total outflow sebesar 473,33 m³/s.
Sementara pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, elevasi waduk berada di angka 80,19 mdpl. Outflow turbin mencapai 339,45 m³/s, outflow spillway 137,6 m³/s, inflow waduk 477,05 m³/s, dengan total outflow sebesar 477,05 m³/s.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menyampaikan bahwa kondisi Sungai Subayang, Sungai Kampar, dan Sungai Tapung hingga kini masih terpantau aman. Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan banjir dari camat maupun kepala desa.
“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Subayang, Sungai Kampar, dan Sungai Tapung agar tetap waspada, mengingat kondisi cuaca dan potensi hujan,” ujar Adi Candra.
Hal senada disampaikan salah seorang warga Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Iyan. Ia mengatakan bahwa kondisi Sungai Subayang masih aman meskipun hujan gerimis mengguyur wilayah tersebut sejak subuh.
“Walaupun hujan turun sejak subuh tadi, kondisi Sungai Subayang masih aman,” ujarnya. (kom)
Editor : M. Erizal