KAMPAR (RIAUPOS.CO) - PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada siswa, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, dan balita di Desa Sungai Tonang, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, menuai keluhan dari masyarakat.
Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan keterlambatan distribusi serta kualitas makanan yang dinilai kurang layak konsumsi dan tidak sesuai dengan standar harga per ompreng yang sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTsN 6 Kampar Khairul Anwar, saat ditemui di sekolah yang berlokasi di Desa Sungai Tonang menyampaikan, sejumlah orang tua murid dan warga mengeluhkan makanan MBG yang kerap datang melewati jam pulang sekolah. Selain itu, kualitas makanan juga diragukan, mulai dari menu yang dianggap tidak sesuai standar gizi hingga dugaan makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi.
’’Kami mendukung penuh program MBG, karena tujuannya sangat baik untuk meningkatkan gizi anak-anak. Namun, kami berharap pelaksanaannya benar-benar diperhatikan, baik dari segi waktu distribusi, kebersihan, kualitas, maupun kandungan gizinya,’’ ujar Khairul.
Laporan KAMARUDDIN